Alhamdulillah, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Ikut Upacara Kemerdekaan Ke-77

Baginya lebih baik dipenjara daripada dapat keringanan hukuman tetapi dengan syarat mengakui Pancasila dan sumpah setia.

Rabu, 17 Agustus 2022 | 15:34 WIB
0
86
Alhamdulillah, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir Ikut Upacara Kemerdekaan Ke-77
Ustadz Ba'asyir (Foto: Sindonews.com)

"Merdeka!".

Hari ini Rabu, 17 Agustus 2022 bangsa Indonesia memperingati hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-77.

Dan di hari ini pula, Ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk pertama kali dalam hidupnya atau sejak Pondok Pesantren Al- Mukmin Ngruki berdiri 1972, mengikuti upacara kemerdekaan Indonesia.

Dalam upacara kemerdekaan Indonesia tersebut yang bertindak sebagai inspektur upacara yaitu menteri Muhadjir Effendy dan diikuti peserta yaitu para santri Al-mukmin Ngruki.

Tentu ini kabar yang menggembirakan dan menyejukkan. Karena Ustadz Abu Bakar Ba'asyir selama ini menolak Pancasila dan dianggapnya sebagai thaghut. Dan bertentangan dengan ajaran Islam yang diyakininya.

Dua hari sebelum hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Danrem 074/Warastratama Kolonel (inf) Achiruddin menyerahkan bendera merah putih kepada ustadz Abu Bakar Ba'asyir untuk upacara kemerdekaan Indonesia di lingkungan pondok pesantren Al-Mukmin Ngruki.

Bukan itu saja, Danrem Achiruddin juga mengirimkan para prajurit untuk melatih para santri dalam upacara pengibaran bendera merah putih.

Sebelumnya beredar video ustadz Abu Bakar Ba'asyir yang mengakui atau menerima Pancasila.

Seperti kita ketahui, ustadz Abu Bakar Ba'asyir pernah dipenjara dalam kasus terorisme.Bahkan Kemenhumkam pernah menawari "grasi" kepada ustadz Abu Bakar Ba'asyir dengan syarat sumpah setia kepada Pancasila.Tetapi ditolaknya.

Baginya lebih baik dipenjara daripada dapat keringanan hukuman tetapi dengan syarat mengakui Pancasila dan sumpah setia.

Semoga dengan ustadz Abu Bakar Ba'asyir menerima atau mengakui Pancasila dan ikut upacara kemerdekaan Indonesia, bisa menjadi inspirasi atau menyadarkan yang lain, yang belum bisa mengakui atau menerima Pancasila.

***