Puan Maharani yang Super Norak

Rakyat harus semakin kritis. Jangan memilih orang atau partai yang suka memaksakan kehendak dan membodohi rakyat.

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:54 WIB
0
120
Puan Maharani yang Super Norak
ilustr: Harianmerapi

Mencermati sepak terjang Puan Maharani sampai akhir-akhir ini memang sungguh bikin 'nyesek'. Mulai dari perannya di DPR yang tidak istimewa dan pencitraannya yang super norak.

Apa sih perannya yang menonjol sebagai ketua DPR? Sebatas memimpin rapat, sidang dan mengesahkan hasil kerja kan? Pencetus pemikiran untuk kepentingan rakyat sepertinya juga tidak ada yang orisinal dari pemikiran dia pribadi. Dipilih oleh rakyat dan diberi kesempatan menjadi ketua DPR pun sepertinya hanya karena mempunyai garis keturunan Bung Karno saja. Tak ada yang lebih.

Selanjutnya setiap kali menjelang pemilu kerjaannya adalah pencitraan menggunakan ratusan baliho di mana-mana. Baliho yang hanya mengotori pemandangan dan tidak ada unsur keindahan sama sekali.

Yang tak kalah menyebalkan juga menjelang pemilu 2024 ini adalah pencitraannya dengan seolah membantu bertanam padi. Nampang menggunakan baliho juga kian besar ukurannya dan semakin banyak jumlahnya.

Aksi  terbarunya adalah saat dia meresmikan gedung baru Pasar Legi Solo, Kamis 20 Januari 2022 kemarin.

Sejak kapan peresmian pasar dilakukan oleh ketua DPR? Ya, pasti sejak ada wanita ambisius yang satu ini. Pasti semua tahu bahwa peresmian pasar atau sarana prasarana yang lain adalah tugas eksekutif (kepala daerah) dan bukan tugas legislatif (DPR, apalagi ketua). Dalam sejarah negeri sejak era orde baru pun (yang saya tahu) tidak pernah ada kejadian seperti apa yang dilakukan Puan ini.

Puan pasti sadar dan tahu bahwa peresmian Pasar Legi Solo itu bukan tugas dia sebagai ketua DPR, dan kalau dia sudah melakukannya berarti memang dia sengaja menganggap rakyat negeri ini bodoh dengan mencampuradukkan tugas legislatif dengan eksekutif. Semestinya peresmian ini oleh Ganjar Pranowo sebagai Gubernur Jateng atau bahkan cukup oleh Gibran Rakabuming Raka sebagai Walikota Solo.

Terkait dengan peresmian pasar ini beberapa hari sebelumnya saat Gibran ditanya oleh awak media tentang apakah Pasar Legi akan diresmikan oleh Pesiden Jokowi, dia menjawab bahwa sudah ada walikota saja tak perlu harus oleh presiden. Tetapi saat hari H peresmian ternyata yang meresmikan justru Puan Maharani sebagai ketua DPR.

Sepertinya dalam hal ini Gibran dan Ganjar sudah mendapat tekanan dari PDI-P. Alasan Ganjar tidak hadir dalam peresmian pasar ini karena undangan 'mepet' dan ada acara lain sepertinya memang hanya alasan mengada-ada untuk menutupi adanya tekanan dari partainya agar peresmian dilakukan oleh Puan Maharani.

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa peristiwa peresmian Pasar Legi ini adalah bentuk pencitraan Puan yang amat sangat norak dan cacat logika. Kalau orang yang suka menganggap rakyat bodoh dengan pencampuradukan peran legislatif dengan eksekutif ini kelak 2024 tetap dipilih sebagai Presiden atau Wakil Presiden, entah apa jadinya negeri ini.

Rakyat harus semakin kritis. Jangan memilih orang atau partai yang suka memaksakan kehendak dan membodohi rakyat. Merdeka!

***
Solo, Jumat, 21 Januari 2022. 11:20 am
'salam kritis penuh cinta'
Suko Waspodo
suka idea
antologi puisi suko