Pasca Anarko Dibongkar, Ravio Patra Diduga Ajak Penjarahan Nasional

Ravio Patra tengah diperiksa di Polda Metro terkait dugaan melakukan provokasi ajakan untuk kerusuhan, penjarahan toko di tengah wabah Corona.

Jumat, 24 April 2020 | 11:21 WIB
0
950
Pasca Anarko Dibongkar, Ravio Patra Diduga Ajak Penjarahan Nasional
Ravio Patra (Foto: Kompas.com)

Setelah membongkar tuntas gerakan Anarko polisi mencokok Ravio Patra. Penangkapan Ravio Patra ini setelah dia menyebarkan berita lewat WhatsApp. Penangkapan ini tampak terkait dengan ajakan kerusuhan 30 April 2020.

"Polda Metro Jaya telah mengamankan seseorang berinisial RPA [Ravio Patra]. Penangkapan di daerah Menteng," kata Kombes Yusri Yunus di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Polda Metro kini tengah melakukan pemeriksaan terkait dengan penangkapan terhadap Ravio Patra. Alibi yang dibangun dengan metoda peretasan akan sangat mudah sekali untuk dibuktikan dengan digital forensik. Gampang dan tidak susah bagi polisi.

Apalagi kalau metoda peretasan palsu seperti mempergunakan dua buah handphone. Yang dianggap akan bisa mengelabuhi Polisi ya lucu sekali. Jika publik melihat aktivitas digital Ravio Patra maka akan sangat kelihatan kecenderungan orang LSM ini.

Pesan yang disebarkan persis sama dengan gerakan buruh. Namun lebih parah lagi karena dalam pesan yang disebarkan dari hape Ravio Patra terdapat ajakan melakukan kerusuhan. Penjarahan nasional. Bahkan mendorong semua toko di lingkungan masing-masing bebas dijarah.

Pesan di hape Ravio Patra ini cocok dengan militanisme gerakan buruh yang akan nekat demo pada 30 April 2020. Polisi akan bertindak tegas untuk mengamankan PSBB dan Maklumat Kapolri terkait dengan penanganan wabah Covid-19.

Sebelumnya ajakan melakukan pembakaran oleh Anarko pada 18 April 2020 digagalkan oleh Polri. Tindakan cerdas pre-emptive measures Polri bukan hanya di bidang siber, juga perlawanan melalui media dan media sosial. Ini dilakukan untuk menghentikan gerakan yang memanfaatkan situasi pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta, dan wilayah lain mengikuti.

Dan bukan hanya para oposan, bekas napi, para teroris, bahkan para penjudi sabung ayam pun ikut memanfaatkan situasi. Polda Metro pun melakukan penangkapan terhadap para penjudi sabung ayam. Para anggota aparat yang melakukan penangkapan pun menggunakan pakaian APD sesuai Protokol Kesehatan dalam menanggulangi wabah Corona.

Gerakan Anarko yang terindikasi terkait dengan gerakan sosialisme komunisme dan terorisme dan masuk ke HTI dan teroris dibongkar polisi. Polisi cepat menangkap para anggota kelompok radikal kiri yang telah melakukan aksi provokasi di Tengerang, Bandung, Malang dan beberapa kota lainnya, selain membongkar kedok mereka.

Fakta nyatanya keterkaitan Anarko dengan kelompok buruh terlihat di hampir setiap aksi anarkis buruh ada penyusupan para anggota geng Anarko. Mereka memiliki pakaian khas suka mengenakan pakaian ala punk, atau pakaian Ninja hitam-hitam dengan bandana khas mereka sebagai kode geng Anarko. Entah yang memang sudah menyusup sebagai anggota buruh atau sengaja menunggangi setiap aksi.

Kini Ravio Patra tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya dan jika terbukti dia melakukan peretasan palsu maka ini menjadi bukti sistematisasi gerakan yang saling beririsan. Anarko mendorong aksi pembakaran berbau SARA. Sementara buruh bergerak menolak Omnibus Law.

Dan, Ravio Patra tengah diperiksa di Polda Metro terkait dugaan melakukan provokasi ajakan untuk kerusuhan, penjarahan toko di tengah wabah Corona. Belum lagi gerakan teroris yang terus diburu di berbagai wilayah Indonesia yang juga menjadi perhatian serius Polri. 

Ninoy Karundeng, penulis.

***