Inilah Titik Kelemahan Prabowo

Sabtu, 2 Maret 2019 | 11:05 WIB
0
132
Inilah Titik Kelemahan Prabowo
Foto: Tribunews.com

Bagi saya seorang pemimpin itu harus memiliki spiritualitas yang kuat, harus memiliki Kecerdasan yang komplit. Kenapa seorang pemimpin harus memiliki spiritualitas yang kuat.? Karena tanpa spiritualitas jiwa dan batinnya kosong, sehingga jiwanya tidak stabil dan mudah emosional.

Saya akan jelaskan terlebih dahulu apa itu spiritualitas, dan apa pengaruhnya terhadap Kepemimpinan. Banyak sekali Pendapat pakar tentang pengertian spiritualitas, yang saya kutip dari Dictio.id,

Burkhardt, dalam McEwen 2004, mendefenisikan spiritualitas adalah prinsip hidup seseorang untuk menemukan makna dan tujuan hidup serta hubungan dan rasa keterikatan dengan sesuatu yang misteri, maha tinggi, Tuhan, atau sesuatu yang universal.

Secara implisit saya memahami bahwa Bukhardt memaknai spiritualitas, seseorang harus memiliki keterikatan hubungan dengan Tuhan, dan itulah yang dinamakan keyakinan dan keimanan, dengan demikian akan membuat seseorang memiliki kesadaran atas tujuan hidup yang hakiki, dan itu akan membuat seseorang memiliki kerendahan hati dihadapan Tuhan.

Dewit-Weaver (dalam McEwen, 2004) mendefinisikan spiritualitas sebagai bagaian dari dalam diri individu (core of individuals) yang tidak terlihat (unseen, invisible) yang berkontribusi terhadap keunikan serta dapat menyatu dengan nilai-nilai transendental (suatu kekuatan yang maha tinggi/high power dengan Tuhan/God) yang memberikan makna, tujuan, dan keterhubungan.

Baik Dewit, maupun Bukhardt, memiliki pemahaman yang hampir sama tentang spiritualitas, yakni tentang kekuatan keyakinan terhadap keberadaan Tuhan, artinya manusia akan memiliki kekuatan jika dia memiliki keyakinan kepada Tuhan.

Nah saya melihat Prabowo tidak memiliki apa yang dinamakan spiritualitas, karena sangat terlihat dari sikap, perbuatan dan ucapannya. Dia dengan mudah meremehkan dan merendahkan orang lain, emosinya tidak stabil, temperamental, juga mudah takabur.

Wajar saja, karena sebagai seorang Sekuler, sangat memungkinkan dia tidak mementingkan hal-hal yang bersifat spiritual, padahal seorang pemimpin itu haruslah dekat kepada hal-hal yang bersifat spiritual, karena spirituallah sesorang akan memiliki spiritualitas, dan Akan menjaga keseimbangan intlektual dan emosionalnya.

Tidak aneh kalau melihat keislaman Prabowo hanya sebatas kemasan, sehingga setiap jumat dia dicemooh, Prabowo jumatan dimana, bahkan mengucapkan hal-hal yang biasa diucapkan seorang Muslim, lidah Prabowo masih sangat kesulitan, bahkan sering keseleo lidah.

Padahal Prabowo adalah Capres yang dipilih berdasarkan Ijtima' Ulama. Entah dasar apa Ulama bersepakat untuk memilih Prabowo sebagai Capres yang merepresentasikan Islam, sementara secara Islami, Prabowo sangatlah tidak memenuhi syari'at Islam, dan kita tahu para pendukungnya adalah kaum Islam militan.

Seorang pemimpin yang mewakili ummat Islam, tidak hanya Islami secara fisik, tapi juga harus Islami secara spiritual. Dengan memiliki spiritualitas yang kuat, maka dia tidak mudah goyah secara emosional, tidak angkuh karena intlektualnya.

Spiritualitas akan mendorong seseorang selalu bersikap rendah hati, meyakini setiap apa yang dihadapi sebagai kekuasaan dan Kehendak Tuhan yang Maha Esa, merendahkan dirinya dihadapan Kekuasaan Tuhan, semua yang dilakukan adalah sebagai wujud pengabdiannya kepada Tuhan, bukanlah sesuatu untuk disombongkan.

Sumber :
https://www.dictio.id/t/apa-yang-dimaksud-dengan-spiritualitas/14842/2