Rapat Kerja DPR Seperti Taman Kanak-kanak

Rapat Kerja jangan seperti ruangan taman kanak-kanak yang berebut mengajukan pertanyaan dan tidak bisa disela atau dipotong.

Jumat, 26 Agustus 2022 | 05:49 WIB
0
93
Rapat Kerja DPR Seperti Taman Kanak-kanak
Rapat Kerja DPR dengan Polri (Foto: CNN Indonesia)

Sering kita menyaksikan Rapat Kerja anggota DPR dari berbagai komisi memakan waktu berjam-jam. Terkadang sampai malam.

Rapat Dengar Pendapat tersebut terkesan bertele-tele dan tidak efektif atau efisien secara waktu.

Penyebabnya yaitu setiap anggota DPR yang hadir dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut mengajukan pertanyaan satu persatu. Bahkan satu anggota DPR bisa memakan waktu 5 sampai 15 menit hanya untuk bertanya.

Satu komisi DPR bisa berjumlah 40 anggota DPR. Dan dalam satu komisi ada beberapa fraksi yang mewakili partainya. Setiap fraksi jumlah anggotanya juga berbeda-beda.

Seperti contoh Rapat Kerja antara komisi III DPR dengan Kepolisian yang mengundang Kapolri dan jajarannya.

Dalam Rapat Kerja tersebut tersebut awalnya Kapolri memaparkan kasus tewasnya Brigadir Yosua. Setelah pemaparan selesai, disusul pertanyaan-pertanyaan dari anggota fraksi anggota DPR komisi III.

Dan untuk mengajukan pertanyaan memakan waktu berjam-jam. Dan itu belum juga dengan jawaban Kapolri.

Untuk menghemat waktu dan efektif atau efisien, seharusnya tidak setiap anggota fraksi dalam satu komisi mengajukan pertanyaan satu persatu.

Apalagi terkadang pertanyaan yang diajukan antara setiap anggota komisi DPR tidak berbeda jauh atau cenderung sama.

Lebih baik, komisi DPR melakukan musyawarah atau menyusun pertanyaan-pertanyaan lebih dahulu yang akan diajukan kepada mitra dalam Rapat Dengar Pendapat .

Atau setiap fraksi diwakili satu anggota DPR yang ditunjuk untuk mengajukan pertanyaan yang sebelumnya sudah disusun atau dimusyawarahkan.

Dengan begitu, Rapat Dengar Pendapat bisa efektif dan efisien atau tidak bertele-tele yang buang-buang waktu percuma.

Bukan waktunya lagi wakil rakyat bekerja tidak efektif dan efisien. Masih banyak yang harus dikerjakan.

Rapat Kerja jangan seperti ruangan taman kanak-kanak yang berebut mengajukan pertanyaan dan tidak bisa disela atau dipotong. Kalau disela marah-marah. Akhirnya ricuh antar sesama anggota DPR.

***