Kontroversi Yudian

Jangankan bicara soal konflik antara Pancasila dan penyalahgunaan agama yang memang terus menerus dilakukan oleh kaum khawarij.

Kamis, 13 Februari 2020 | 06:43 WIB
0
214
Kontroversi Yudian
Yudian Wahyudi (Foto: suarasurabaya.net)

Prof Yudian sedang dapat panggung karena ucapannya yang kontroversial. Beliau habis dihujat kanan kiri soal pernyataannya bahwa agama adalah musuh Pancasila. Whaaat...?! 

Langsung ngakak kegirangan deh orang-orang yang memang selalu cari-cari kesalahan para pejabat. Sungguh gurih dan renyah isu gratis ini. Time to get into the stage...! 

Jangankan orang yang tidak suka dengannya atau pun dengan jabatannya, bahkan orang-orang pemerintahan pun njegrik rambutnya membaca judul beritanya.

Celakanya, memang tidak banyak orang yang mau membaca sebuah artikel secara lengkap, tidak mau tahu bagaimana konteks yang disampaikan, tidak mau bertanya untuk mendapatkan penjelasan, tidak mau mendiskusikan jika ada perbedaan pendapat dengannya, dst. Akhirnya ya Prof Yudian jadi sansak hujatan dari berbagai penjuru... 

Tapi pesan saya pada beliau adalah, "Enjoy...! That's the price you should pay for sitting at your position now "

Tentu saja beliau harus paham bahwa saat ini beliau bukan lagi seorang profesor yang berbicara di lingkup akademis di mana audiensnya akan angkat tangan untuk bertanya jika ada pendapat beliau yang kurang jelas.

Beliau itu pejabat BPIP yang lembaganya sendiri jadi musuh banyak orang dan ideologi. Jangankan salah, berbicara benar pun beliau pasti akan selalu dihajar dan dicari salahnya.  Jadi ya enjoy sajalah... 

Jangankan bicara soal konflik antara Pancasila dan penyalahgunaan agama yang memang terus menerus dilakukan oleh kaum khawarij. Lha wong soal Islam Nusantara yang jauh lebih memiliki dasar pemikiran dan praktik saja tak habis dirundung hujat. Apalagi Anda yang duduk di posisi 'kursi panas' itu.

Ini pembelaan dari koleganya. "Maksud Profesor Yudian itu, dengan pilihan diksi "agama musuh Pancasila",  adalah kaum ekstrimis-radikalis yang mengatasnamakan agama. Bukan agama sejati yang mengajarkan kebaikan, kemanusiaan, cinta kasih, dan rahmatan lil alamin. Jadi, ini bukan perkara asing lagi di telinga kita."

Apakah kita mau menerimanya atau justru menjadikannya bahan untuk 'serangan' lebih lanjut ya monggo. 

Saya membayangkan alangkah serunya jika ada kyai atau ulama yang memulai dakwahnya dengan kalimat kontroversial seperti ini "Tuhan menyatakan bahwa orang-orang yang sholat akan celaka...! Jadi jangan berbangga hati dengan segala jenis sholatmu."

Mungkin sebagian akan langsung bereaksi keras sebelum kyainya membacakan dengan lengkap Surat Al-Maun ini.

***