Tepat, Gerindra Batalkan Andre Rosiade sebagai Bakal Calon Gubernur

Meski politikus menganut "Machiavellian", menghalalkan segala cara, namun cara yang dilakukan Andre di luar batas nalar, meski hal itu "halal" dilakukan dalam konteks perebutan kekuasaan.

Sabtu, 8 Februari 2020 | 11:11 WIB
0
696
Tepat, Gerindra Batalkan Andre Rosiade sebagai Bakal Calon Gubernur
Andre Rosiade (Foto: Pinterpolitik.com)

Taruhlah berita yang dilansir dari media online Berita Minang ini benar, keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerindra untuk tidak menjadikan Andre Rosiade sebagai salah satu kandidat bakal calon Gubernur Sumatera Barat dalam Pilkada 2020, sudah tepat. Dengan demikian, Gerindra memutuskan hal ini di tataran etika, bukan semata aturan partai.

Berita anggota DPR dari Gerindra yang menjebak seorang PSK di Kota Padang menyita perhatian beberapa hari terakhir ini. Perhatian publik terpecah, antara fokus kepada "nasib" PSK yang sudah "dipakai", jasanya belum dibayar, masih pula harus mendekam di tahanan.

Fokus lain, perbuatan Andre yang dinilai jauh dari kepantasan dan kepatutannya sebagai seorang anggota Dewan. Jelas apapun profesi orang itu, yaitu PSK, tetap saja tidak bisa diperlakukan semena-mena oleh seorang anggota Dewan yang katanya terhormat itu.

Dari Berita Minang itu terungkap, bahwa Andre Rosiade, anggota DPR yang bekerja sama dengan polisi menjebak PSK, ternyata kandidat gubernur Sumatera Barat. Pun jika ini benar, alangkah rendahnya usaha politik menjebak seorang PSK hanya sekadar "jual diri" agar bisa laku di Pilkada Sumatera Barat!

Andre yang tidak lain Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat yang juga anggota DPR RI Dapil I Sumbar jelas telah membuat blunder sekaligus kontroversi atas tindakannya melakukan penggerebekan terhadap PSK berinisial NN. Apalagi sempat diberitakan, Andre diduga sengaja melakukan penjebakan terhadap NN sebelum digerebek.

Adalah Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad yang dikutip Berita Minang saat saat Sufmi berada di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (7/2/2020). Menurut Sufmi, tindakan tidak menjadikan Andre sebagai bakal calon (balon) gubernur Sumbar untuk keseimbangan di masyarakat.

Meski telah mempertimbangan untuk tidak mencalonkan Andre, Gerindra belum memutuskan nama lain.

Sebelumnya, Partai Gerindra telah meminta maaf kepada masyarakat terkait kontroversi dugaan penjebakan dan keikutsertaan anggota fraksinya di DPR dalam penggerebekan PSK di Kota Padang, Sumatera Barat. Andre dikecam banyak pihak, terutama masyarakat Sumbar. Permohonan maaf disampaikan langsung oleh Sufmi Dasco.

Apakah atas perbuatannya itu Andre Rosiade dinyatakan bersalah sekaligus diberi sanksi, hal itu menurut Sufmi masih menunggu hasil verifikasi Majelis Kehormatan DPP Partai Gerindra.

Berita Minang menyebutkan, DPP Partai Gerindra telah mengirimkam tim internal partai ke Kota Padang untuk menyelidiki lebih jauh soal dugaan penjebakan PSK tadi. 

Dari peta politik Sumatera Barat saat ini, baik Gubernur maupun walikota dikuasai oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sulit dihinidari dugaan aksi Andre bermuatan politik, setidak-tidaknya untuk mendeskreditkan PKS yang kini berkuasa di Sumatera Barat, terlebih lagi Andre datang dari partai berbeda dan akan mencalonkan diri sebagai Gubernur pula.

Meski sejumlah politikus menganut "Machiavellian" alias menghalalkan segala cara, namun cara yang dilakukan Andre di luar batas nalar, meski hal itu "halal" dilakukan dalam konteks perebutan kekuasaan.

***