Kita tidak boleh membiarkan konflik dan kerusuhan dalam masyarakat terus terjadi akibat pengaruh dari informasi atau berita Hoax.
Kerusuhan di Wamena, Papua telah menghancurkan segala sendi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, yang berakibat kerugian material dan korban jiwa. Kerusuhan berlatar rasisme tersebut dipicu berita hoax yang beredar di media sosial. Untuk itu, agar masyarakat Wamena dan lainnya mewaspadai berita hoax tersebut demi persatuan dan kesatuan NKRI.
Kerusuhan yang terjadi di Wamena beberapa waktu lalu berakibat pada kerusakan dan lumpuhnya berbagai sarana masyarakat. Disamping itu, ada sekitar 16 orang meninggal dunia dan 65 orang mengalami luka-luka yang mayoritas merupakan masyarakat sipil. Menurut keterangan Humas Polda Papua, kerusuhan ini bermula akibat Hoax yang tersebar di masyarakat. Hoax tersebut berisi kabar dugaan ucapan rasis seorang guru terhadap siswanya.
Hal tersebut memancing emosi mahasiswa dan pelajar sehingga terjadi aksi unjuk rasa yang berujung rusuh dengan membakar beberapa kantor pemerintah, ruko milik masyarakat, kendaraan bermotor, kios dan kantor PLN. Kerusuhan tersebut berdampak besar terhadap beberapa kegiatan yang terhenti akibat rusak dan terbakarnya beberapa sarana dan prasarana di Wamena.
Dalam kerusuhan di Wamena, dapat dilihat betapa berbahanya Hoax. Terlebih lagi Hoax tersebut dibumbui dengan Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) yang dapat menimbulkan gejolak emosi dan rasionalitas sehingga dapat menyebabkan berbagai konflik dilingkungan masyarakat dan mengancam persatuan bangsa seperti terjadinya kesalahpahaman sehingga menyebabkan fitnah dan memicu terjadinya kerusuhan.
Masyarakat Wamena harus waspada terhadap penyebaran Hoax yang dapat menambah atau bahkan menimbulkan konfilk serta kerusuhan baru yang akan timbul.
Dampak penyebaran Hoax memang sangat berbahaya, namun bukan berarti Hoax tidak bisa dicegah dan diatasi. Untuk itu masyarakat harus mengembangkan rasa penasaran untuk mengecek dan memastikan kebenaran informasi yang diterima.
Dalam mencegah Hoax, masyarakat harus berhati-hati terhadap judul yang provokatif, karena Seringkali berita hoax punya judul yang mengundang sensasi, seperti bersifat menghasut atau provokatif. Bahkan, kadang isinya diambil dari media atau surat kabar resmi.
Hanya saja, sedikit diubah agar sesuai dengan persepsi dari pembuat Hoax. Kemudian memastikan keaslian sumber informasi dan keaslian foto atau video yang disebarkan, karena berita dan informasi bohong juga banyak tersebar dalam bentuk foto yang telah dimanipulasi.
Pembuat berita palsu bisa saja telah mengedit sebuah foto lalu disiarkan ke internet dengan tujuan memprovokasi. Namun, keaslian sebuah foto bisa dipastikan keasliannya dengan mesin pencari Google Images dengan tautan images.google.com.
Untuk mencegah Hoax, masyarakat juga dapat mengikuti grup diskusi anti Hoax. Ada banyak grup anti Hoax di media sosial dan seminar yang berguna untuk mendiskusikan apabila ada suatu pemberitaan baru yang kontroversi. Kamu bisa bergabung dan menyimak untuk mengetahui apakah informasi yang telah disebarkan adalah Hoax atau memang informasi benar ata sesuai dengan fakta.
Hal ini akan membuka pikiran masyarakat agar lebih waspada terhadap Hoax. Apabila mendapatkan informasi Hoax, masyarakat harus segera melaporkan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui surel aduankonten@mail.kominfo.go.id.
Dalam upaya menjaga situasi yang kondusif di negeri ini, kita harus melakukan pencegahan terhadap informasi Hoax yang beredar luas di masyarakat. Kita tidak boleh membiarkan konflik dan kerusuhan dalam masyarakat terus terjadi akibat pengaruh dari informasi atau berita Hoax.
Karena untuk mencegah dan mengatasi Hoax itu tidak terlalu sulit, tidak harus menjadi ahli teknologi atau ahli politik, masyarakat hanya perlu benar-benar waspada dan peduli terhadap penyebaran informasi Hoax, terutama Hoax yang membawa isu SARA seperti di Wamena yang berujung pada kerusuhan hingga harus mengorbankan nyawa. Jangan sampai kita memberi ruang dan peluang pada penyebaran Hoax yang akan beresiko kembali untuk memakan korban di Indonesia, terutama Tanah Papua.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews