Jakarta - Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan tanpa pengawasan ketat. Mulai 2026, evaluasi menyeluruh dan berlapis akan diperkuat guna memastikan program strategis nasional tersebut benar-benar memberikan manfaat optimal dan merata bagi masyarakat.
Penegasan ini sekaligus menjawab ekspektasi publik agar MBG dijalankan dengan standar tinggi, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas.
Presiden RI Prabowo Subianto menekankan bahwa MBG harus dilaksanakan dengan prinsip zero defect atau tanpa cacat, meskipun program ini merupakan operasi kemanusiaan berskala besar dengan kompleksitas tinggi.
“Tentunya kita harapkan zero defect. Itu yang harus kita capai. Kita tidak puas dengan kekurangan 0,00 sekian persen, itu pun harus kita atasi,” kata Prabowo.
Ia menegaskan pengawasan dan langkah pengamanan akan terus diperketat demi memastikan pemerataan penerima manfaat secara sempurna.
Presiden juga menekankan bahwa MBG bukan sekadar program distribusi makanan, melainkan investasi jangka panjang negara dalam membangun kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah, kata Prabowo, tidak akan ragu melakukan penyesuaian kebijakan berbasis temuan faktual agar tujuan besar MBG benar-benar tercapai.
Di tingkat daerah, dukungan terhadap penguatan evaluasi MBG juga disuarakan oleh Bupati Buol, Palu, H. Risharyudi Triwibowo. Ia menilai perbaikan berkelanjutan dan kepatuhan terhadap prosedur serta standar pelaksanaan merupakan kunci keberhasilan program.
“MBG adalah program strategis yang berkaitan langsung dengan pemenuhan gizi masyarakat, sehingga aspek kualitas, keamanan pangan, dan tata kelola harus menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Buol bersama Satuan Tugas MBG, lanjut Risharyudi, aktif memberikan masukan, saran, dan solusi teknis untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program. Selain aspek gizi dan mutu makanan, perhatian serius juga diarahkan pada pengelolaan limbah.
“Seluruh SPPG agar mengelola sisa makanan dan sampah organik dengan baik. Hal ini penting mengingat operasional dapur MBG berpotensi menjadi salah satu penyumbang sampah organik dalam jumlah besar,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pemerintah tengah menyiapkan evaluasi dampak MBG secara komprehensif. Evaluasi tersebut menitikberatkan pada ketepatan data penerima manfaat sebagai dasar pengukuran hasil program.
Menurut dia, evaluasi akan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah MBG dilaksanakan, khususnya pada aspek pertumbuhan fisik.
“Fisiknya, pertumbuhannya, termasuk tentu pertumbuhan otak. Nanti setelah setahun-setahun bagaimana? Dua tahun bagaimana? Tiga tahun seperti apa,” ujar Zulkifli Hasan.
Dengan pengawasan yang diperketat, evaluasi berbasis data, serta keterlibatan aktif pemerintah pusat dan daerah, MBG ditegaskan tidak dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah optimistis program ini akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing di masa depan.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews