Dukungan Meluas, BHS-Taufik Semakin di Depan (1)

Minggu, 22 November 2020 | 13:20 WIB
0
4
Dukungan Meluas, BHS-Taufik Semakin di Depan (1)
Paslon Cabup-Cawabup nomor urut 1 Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar (Goto: Istimewa)

Paslon Bupati-Wabup Sidoarjo nomor urut 1 Bambang Haryo Soekartono-Taufiqulbar (BHS-Taufiq), akhirnya menandatangani Komitmen Mewujudkan Sidoarjo Sebagai Kota Santri. Ini setelah penanda tanganan dilakukan oleh BHS di Taman Sidoarjo.

Cawabup Taufiq yang membubuhkan tanda tangannya untuk membuktikan komiennya akan mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri manakala terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo.

Penanda tanganan komitmen tersebut dilakukan di Rumah Makan Ganjaran Sidoarjo, Jum'at sore (20 /11/2020).  Hadir dalam acara tersebut, KH Habibul Mahbub, menantu KH. Khozin, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo. Habib Taufik Al Jufri, KH Malik, dan lain lain.

Para Kiai, Habaib dan puluhan warga nahdlyyin yang berkumpul diacara tersebut menyambut gembira atas rampungnya penanda tanganan komitmen mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri.

Penanda tanganan komitmen tersebut disambut gembira warga nahdlyyin pendukung BHS-Taufiq, sebagai bukti bahwa kalau terpilih sebagai Bupat-Wabup Sidoarjo, senantiasa akan “mengajak” NU untuk berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di Sidoarjo.

Ada 9 butir Komitmen Mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri tersebut, yang penanda tangannya sangat dinanti oleh warga nahdlyyin Sidoarjo.

Beberapa poin penting dari 9 butir komitmen Mewujudkan Sidoarjo sebagai Kota Santri tersebut adalah mewujudkan Sidoarjo sebagai kota santri yang ahli sunnah waljama'ah. Membangun peserta didik yang ahlaqul karimah dengan mewajibkan peserta didik dari sekolah swasta maupun negeri untuk.menyisihkan waktu minimal 1 jam.

Sebelum pelajaran dimuai, dengan membaca doa dan membaca alquran dan sholawat. Itu dimulai dari KH Sholeh Qosim Sepanjang hingga Habib Taufiq. Memfasilitasi maqom aulia di Sidoarjo dengan sarana dan prasarana diantaranya adalah parkir untuk pengunjung.

Memajukan pendidikan madrasah yang secara kuantitas bertambah dan secara kualitas berdaya saing meningkat dengan memperhatikan kesejahteraan guru madrasah, guru TPQ dan guru ngaji.

Serta memberikan beasiswa untuk siswa yang berprestasi dan yang tidak.mampu. Dan juga, memberikan beasiswa bagi santri yang hafidz Al-Qur’an.

Sebelumnya, BHS-Taufik  kembali mendapat dukungan. Kali ini, dukungan tersebut datang dari Pro-Jokowi (Projo) Sidoarjo dan Milenial Sidoarjo.

Dukungan Projo dan Milenial Sidoarjo diberikan di Resto Asap-Asap, Taman Pinang Indah, Sidoarjo,  Jum'at pagi (20/11/2020).  

Menurut Ketua DPC Projo Sidoarjo Tomi Hartono, pihaknya memberikan dukungan kepada BHS-Taufiq karena banyak program BHS yang sesuai dengan kepentingan rakyat.

“Kami sepakat mendukung dan siap memenangkan BHS-Taufiq dalam Pilkada Sidoarjo pada 9 Desember 2020 nanti. Kami menilai visi dan misi maupun kebijakannya BHS-Taufiq lebih banyak pro rakyat,” ungkap Tomi.

“Ini sesuai dengan visi dan misi Projo di garis kepentingan rakyat,” lanjutnya, seperti dilansir JatimOnline.net, Jum’at (20/11/2020) saat deklarasi dukungan kepada BHS-Taufiq.

Para pendukung Joko Widodo pada Pilpres 2014 dan 2019 itu menilai, visi-misi dan program paslon nomor urut 1 yang diusung lima partai tersebut lebih banyak berpihak dan membela kepentingan rakyat.

Ada tiga poin naskah deklarasi Projo Sidoarjo mendukung BHS-Taufiq. Selain memberikan dukungan untuk memenangkan BHS-Taufiq, Projo juga menyatakan bakal ikut mengawal dalam sistem pemerintahan saat BHS-Taufiq nanti terpilih sebagai Bupati-Wabup Sidoarjo.

“Kami berharap BHS-Taufiq terus memperjuangan dan membela kepentingan rakyat dan wong cilik. Program-program untuk Sidoarjo juga harus memprioritaskan UMKM, nelayan dan ketenagakerjaan,” pintanya. 

Para pendukung Joko Widodo dalam Pilpres 2014 dan 2019 tersebut menilai, visi-misi dan program paslon nomor urut 1 yang diusung lima partai tersebut lebih banyak berpihak dan membela kepentingan rakyat.

Ada tiga poin naskah deklarasi Projo Sidoarjo mendukung BHS-Taufiq. Selain memberikan dukungan untuk memenangkan BHS-Taufiq, Projo juga menyatakan bakal ikut mengawal dalam sistem pemerintahan saat BHS-Taufiq nanti terpilih sebagai Bupati-Wabup Sidoarjo.

“Kami berharap BHS-Taufiq terus memperjuangan dan membela kepentingan rakyat dan wong cilik. Program-program untuk Sidoarjo juga harus memprioritaskan UMKM, nelayan dan ketenagakerjaan,” pintanya.

Dukungan kepada BHS-Taufiq juga disampaikan Milenial Sidoarjo. Hadir dalam Deklarasi dukungan tersebut, Ketua Milenial Sidoarjo 1 M. Chahya Al Arief (akrab disapa Prajananta)  dan Wakil Ketua Milenial Sidoarjo 1 Isa Nasrullah.

Arief mengatakan, dukungannya Milenial Sidoarjo 1 diberikan pada paslon 01 BHS-Taufiq karena BHS adalah sosok pemimpin yang mumpuni, cerdas, dan cukup pengalamannya.

“Disamping itu program-program BHS-Taufiq pas dan cocok untuk pemuda milineal, yang maju dan berorienatasi kesejahteraan,” jelas Arief.

Beberapa elemen yang tergabung dalam Milenial Sidoarjo 1 itu adalah komunitas pemuda peduli lingkungan, komunitas pemuda kreasi, komunitas club motor Sidoarjo, komunitas pemuda budidaya, dan komunitas pemuda UMKM Mandiri.

Dalam paparannya, BHS menyampaikan pentingnya untuk menjaga dan mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Sidoarjo yang berupa pesisir atau panjang pantai. Menurutnya, Sidoarjo adalah wilayah maritim atau pesisir yang mempumyai panjang pantai 27 km.

Menurut alumni Teknik Perkapalan ITS itu, dengan luasan panjang pantai tersebut, Sidoarjo bisa jadi daerah yang potensial untuk dikembangkan untuk kemakmuran ekonomi masyarakat Sidoarjo.

“Dengan kedalaman pantai pesisir Sidoarjo uang mencapai 3-5 m dari pinggiran pantai 10 m, pesisir pantai Sidoarjo bisa sangat potensial untuk dijadikan pelabuhan dan industri maritim,” ungkap BHS.

Dan, BHS berjanji, kalau terpilih jadi Bupati Sidoarjo, “Akan saya bangun pelabuhan rakyat atau pelabuhan ikan dalam rangka untuk meningkatkan ekonomi kerakyaan di Sidoarjo,” ujar  BHS yang disambut aplaus hadirin.

BHS membandingkan potensi pelabuhan yang ada di Surabaya, dengan panjang pantai 32 km, Surabaya bisa mendapatkan potensi 8,5 juta petikemas yang masuk ke pelabuhan di Surabaya per tahun.

“Surabaya bahkan bisa menjadi pelabuhan terbesar nomer 1 di Indonesia Timur,” urai BHS. Dalam perhitungannya BHS, pesisir pantai Sidoarjo sangat potensial dibangun pelabuhan rakyat dan pelabuhan perikanan.

Namun, jika potensi itu meningkat, lanjut BHS, dan diperlukan untuk dibangun pelabuhan petikemas, peluang itu bisa dikembangkan di Sidoarjo.

Dalam paparannya, BHS juga menghimbau pentingnya menjaga potensi SDA yang ada di pesisir pantai supaya potensinya yang terkandung di dalamnya tidak terjadi pencurian.

BHS juga menyampaikan bahwa pesisir pantai Sidoarjo yang selama ini banyak ditumbuhi tanaman mangruve, juga berpotensi besar untuk dijadikan wisata pesisir. (Bersambung)

***