SYL yang Terbaik, Selamat Bung!

Keberhasilan ini membuktikan SYL pembelajar yang baik dan tidak mudah menyerah. Tidak mudah bagi doktor Ilmu Hukum memetakan kompleksitas permasalahan pertanian yang ruwet.

Rabu, 29 Juli 2020 | 19:04 WIB
0
49
SYL yang Terbaik, Selamat Bung!
Indah dan Syahrul yasin Limpo (Foto: pikiran-rakyat.com)

Performa Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI membuat perasaan saya campur aduk, senang, heran sekaligus bangga. Sepanjang mengikuti pidato maupun pernyataan SYL dibanyak kesempatan, saya merasa ini performa terbaik SYL dan menunjukkan kelasnya di level nasional.

Pada penampilan SYL beberapa waktu lalu peringatan keras dari ketua maupun anggota Komisi IV terkait rencana proyek food estate untuk menjamin stock pangan nasional karena proyek tersebut terbukti gagal di periode sebelumnya.

Namun penting digaris bawahi, kemampuan SYL memaparkan grand design program strategis Kementan dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi akibat covid serta kehati-hatian melayani pertanyaan maupun serangan Komisi IV dengan emosi yang stabil ditopang argumentasi yang runtut membuat ketua maupun anggota DPR RI dengan lingkup tugas di bidang pertanian, pangan, maritim, dan kehutanan menunjukkan respon bersahabat.

Maaf, pidato SYL sepanjang yang saya ikuti bertahun sebelumnya sejak masih di Makassar, beliau sering terlalu percaya diri dan sangat bersemangat, akibatnya sulit fokus dan tema melebar ke mana-mana. Kalimatnya suka tidak runtut, menggunakan idiom secara serampangan dengan pengucapan yang tidak tepat. Kemarin SYL betul-betul memukau, perfect, seharusnya dari dulu SYL seperti ini.

Banyak yang menduga, bahkan mungkin berharap SYL akan dibantai dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV terutama karena kalung eucalyptus yang dalam beberapa hari belakangan viral dan menjadi sinisme dalam beragam bentuk, lelucon, karikatur maupun meme yang bertebaran di media sosial.

Argumentasi SYL yang dipersiapkan matang dengan dukungan staf yang kapabel mampu membalik keadaan.

Sikap rendah hati yang ditunjukkan SYL dengan argumentasi rasional membuat Komisi IV menaruh hormat pada ikhtiar Kementan dalam melakukan terobosan mencari formula mengatasi pandemi covid 19.

Saya menduga SYL mempersiapkan diri secara ekstra menghadapi anggota DPR yang punya tradisi membantai eksekutif dihadapan publik dalam agenda rapat kerja atau RDP. Keberhasilan ini sekaligus membuktikan SYL pembelajar yang baik dan tidak mudah menyerah. Tidak mudah bagi seorang berlatar doktor Ilmu Hukum memetakan kompleksitas permasalahan pertanian yang ruwet dengan berbagai istilah teknis yang biasanya hanya diakrabi para profesional.

Menurut saya performa SYL kemarin bisa menyelamatkan namanya dari rumor reshuffle kabinet. Terimakasih bung, anda membuat kami dari kawasan timur Indonesia, terutama masyarakat Sulawesi Selatan bisa menarik nafas lega. Sekali lagi selamat bung, anda yang terbaik.

***