Jakarta - Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto bukan mengejar tingginya angka survei kepuasan publik, melainkan memastikan program-program strategis berjalan cepat dan berdampak langsung bagi masyarakat. Istana menekankan bahwa kerja nyata dan percepatan pelaksanaan program menjadi prioritas utama untuk menjawab berbagai persoalan mendasar bangsa.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa hasil survei dari berbagai lembaga, termasuk Indikator Politik Indonesia maupun lembaga survei lainnya, tidak dijadikan target utama pemerintah. Menurutnya, survei hanyalah salah satu potret persepsi publik, sementara tugas utama pemerintah adalah memastikan beban masyarakat berkurang melalui program yang konkret.
“Sebagaimana setiap ada hasil survei, bagi kami sesungguhnya bukan itu yang kita kejar. Bukan hasil survei, yang kita kejar adalah mempercepat program-program yang memang kita yakini itu bisa mengurangi beban-beban dan masalah-masalah yang ada di masyarakat kita,” tegas Prasetyo Hadi.
Ia menjelaskan bahwa percepatan program menjadi keniscayaan karena pemerintah saat ini menghadapi tantangan besar di berbagai sektor. Presiden Prabowo, kata dia, berulang kali mengingatkan bahwa Indonesia sedang berjuang keras melawan kemiskinan, rendahnya kualitas pendidikan, serta persoalan kesehatan masyarakat.
Menurut Prasetyo, semangat “perang” yang disampaikan Presiden merupakan kiasan untuk menggambarkan keseriusan dan urgensi kerja pemerintah dalam membenahi sektor-sektor mendasar tersebut. Seluruh jajaran kabinet diarahkan untuk bekerja cepat, terukur, dan langsung menyentuh kebutuhan rakyat.
“Ini perang dalam tanda kutip ya, jangan diartikan dengan salah. Musuh kita hari ini itu, jadi kita ingin bekerja sekeras-kerasnya untuk mencapai itu,” tambahnya.
Istana juga menegaskan bahwa penilaian terhadap kinerja pemerintah sepenuhnya dikembalikan kepada masyarakat. Jika hasil survei mencerminkan suara publik, hal itu dipandang sebagai masukan, bukan tujuan akhir. Pemerintah memilih tetap fokus pada agenda prioritas seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan melalui renovasi sekolah, serta penguatan layanan dasar.
Prasetyo menekankan bahwa pemerintah juga menyadari masih banyak program yang perlu disempurnakan agar manfaatnya dirasakan merata. Karena itu, akselerasi dan evaluasi terus dilakukan agar implementasi kebijakan semakin efektif.
“Tapi kita tidak mengejar itu. Karena sesungguhnya juga masih banyak yang kita belum puas terhadap program-program yang kita inginkan cepat bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat, cepat bisa mengurangi kesulitan-kesulitan masyarakat dan itu juga belum semuanya kan, masih butuh waktu,” tegas Prasetyo.
Dengan orientasi pada hasil nyata, pemerintah memastikan energi dan sumber daya difokuskan pada solusi, bukan sekadar persepsi.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews