BALIKPAPAN – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan senilai Rp123 triliun pada Senin (12/1/2026). Proyek yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi sekaligus menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini membebani devisa negara.
Dalam peresmian yang digelar di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur, Presiden Prabowo menegaskan bahwa modernisasi kilang minyak merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Dengan meningkatnya kapasitas pengolahan minyak dalam negeri, kebutuhan impor BBM dapat ditekan secara signifikan.
“Dengan modernisasi kilang minyak ini, kita akan menghemat devisa yang banyak. Kita tidak perlu lagi import-import terlalu banyak BBM,” ujar Presiden Prabowo.
Proyek RDMP Balikpapan yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) disebut sebagai proyek modernisasi kilang terbesar di Indonesia. Pembangunan yang dimulai sejak 2019 ini mencakup penguatan sistem penerimaan minyak mentah, peningkatan kapasitas dan kualitas pengolahan, hingga penunjang keandalan rantai pasok energi nasional secara terintegrasi.
PT Pertamina (Persero) menilai RDMP Balikpapan sebagai fondasi penting dalam pembangunan infrastruktur energi nasional yang modern dan berdaya saing. Melalui proyek ini, kapasitas pengolahan kilang meningkat hingga 360 ribu barel per hari, setara dengan sekitar 22–25 persen dari kebutuhan nasional.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa RDMP Balikpapan merupakan proyek revitalisasi kilang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
“Ini adalah RDMP terbesar dalam sepanjang sejarah kita yang dibangun di Indonesia. Ini terbesar,” kata Bahlil.
Menurutnya, RDMP memiliki makna strategis dalam konteks kedaulatan energi nasional.
“RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi,” ujarnya.
Selain meningkatkan kapasitas pengolahan, proyek ini juga menghasilkan BBM berkualitas tinggi dan ramah lingkungan serta mendorong hilirisasi industri petrokimia.
Secara ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan mampu menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga Rp514 triliun.
Apresiasi turut disampaikan Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Ia menilai peresmian RDMP Balikpapan sebagai bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional.
“Dengan kapasitas kilang yang meningkat, ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak dapat ditekan secara bertahap,” ungkapnya.
Bambang menambahkan, modernisasi kilang Balikpapan juga memperkokoh struktur industri pengolahan migas nasional serta menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan dan kedaulatan energi Indonesia untuk jangka menengah dan panjang.
Dengan beroperasinya RDMP Kilang Balikpapan, pemerintah menegaskan komitmen memperkuat ketahanan dan kedaulatan energi nasional. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk menekan impor BBM, menghemat devisa negara, serta memperkuat fondasi ekonomi nasional secara berkelanjutan. (*)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews