Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan memprioritaskan kelompok 3B yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non‑PAUD sebagai sasaran utama sebelum memperluas cakupan ke sekolah atau peserta didik lainnya.
Prioritas ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan generasi muda sejak masa seribu hari pertama kehidupan. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menegaskan pentingnya fokus awal tersebut dalam konferensi pers di Jakarta
“Harus saya tekankan di sini karena ada perbedaan pemahaman. Pada saat SPPG baru dibangun, bahkan ada mitra yang aktif langsung membuat kerja sama dengan sekolah. Seharusnya, ketika dapur baru dibangun oleh mitra, yang pertama dicari adalah kelompok rentan ini (balita, ibu hamil, dan ibu menyusui). Ini yang diutamakan,” ujarnya.
Menurut Sony, kebijakan tersebut membedakan Indonesia dari praktik di banyak negara lain yang hanya mengimplementasikan program makan sekolah (school meal).
“Indonesia bukan sekadar school meal, tetapi school meal plus karena memikirkan yang 3B,” tambahnya.
Pemerintah juga melakukan adaptasi pelaksanaan di berbagai daerah sesuai kondisi lokal. Di Bali, misalnya, Koordinator BGN Provinsi Menegaskan bahwa meskipun masa libur panjang berlangsung, distribusi MBG tetap fokus pada penerima manfaat 3B.
“Untuk MBG itu tetap berjalan, tapi berfokus pada penerima manfaat 3B bumil, busui, dan balita saat libur panjang kemarin sampai saat ini,” kata Koordinator BGN Bali, Risca Christina saat ditemui di Jakarta.
Kebijakan prioritas ini juga selaras dengan upaya lintas lembaga pemerintah untuk memperkuat pemenuhan gizi dan kesehatan masyarakat. Menurut data terbaru, MBG telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat sejak peluncurannya, termasuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di berbagai wilayah Indonesia.
Program MBG bagi kelompok 3B bukan sekadar pemberian makanan bergizi, tetapi merupakan investasi strategis dalam kualitas sumber daya manusia Indonesia guna mendukung Indonesia Emas 2045. Pemerintah terus memperkuat koordinasi dan implementasi kebijakan agar distribusi makanan bergizi tepat sasaran, aman, dan efektif.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews