Perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) merupakan momentum tahunan yang selalu diiringi lonjakan mobilitas masyarakat secara signifikan, terutama di Pulau Jawa sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial nasional. Peningkatan volume kendaraan di jalan tol, jalan arteri, pelabuhan, hingga kawasan wisata menuntut kesiapan negara dalam memastikan kelancaran dan keselamatan lalu lintas. Pada penyelenggaraan Nataru 2025, kinerja pemerintah dalam merekayasa dan mengelola arus lalu lintas dinilai berhasil menghadirkan situasi yang relatif lancar, aman, dan kondusif.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari perencanaan matang dan pelaksanaan terukur yang dilakukan oleh Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersama kementerian dan lembaga terkait. Rekayasa lalu lintas diterapkan secara adaptif dengan mempertimbangkan dinamika lapangan, mulai dari pengaturan arus kendaraan, manajemen waktu perjalanan, hingga penguatan pengawasan di titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan. Pendekatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjamin hak masyarakat atas mobilitas yang aman selama periode libur panjang.
Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, memberikan apresiasi terhadap dedikasi dan kerja keras Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, yang dinilai bekerja tanpa pamrih dan tanpa mengenal lelah. Kepemimpinan Kakorlantas tercermin dari keterlibatan langsung dalam pemantauan lapangan, khususnya di titik-titik vital yang berpotensi mengalami kepadatan. Kehadiran pimpinan di lapangan dinilai mampu mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan kebijakan berjalan sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Menurut Nasky, koordinasi intensif antara Korlantas Polri, pengelola jalan tol, Kementerian Perhubungan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor kunci terciptanya kondisi lalu lintas yang kondusif selama Nataru. Sinergi lintas sektor tersebut memungkinkan penerapan rekayasa lalu lintas secara fleksibel dan responsif, sehingga puncak arus mudik dan libur Nataru dapat dilalui dengan relatif terkendali.
Nasky juga menyoroti capaian penting berupa penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas selama masa arus mudik. Berdasarkan data yang diperolehnya, terjadi penurunan signifikan sekitar 23,3 persen dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan bahwa kebijakan preventif, pengawasan ketat, serta edukasi kepada pengguna jalan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata terhadap keselamatan publik.
Apresiasi serupa disampaikan Pengamat Lalu Lintas dan Transportasi, Banter Adis yang menilai bahwa pelaksanaan Operasi Lilin 2025 mencatatkan hasil yang sangat positif, terutama pada hari pertama dan kedua operasi yang menunjukkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas, termasuk korban meninggal dunia, hingga sekitar 60 persen. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator keberhasilan pengelolaan lalu lintas dan pengamanan terpadu selama masa Natal dan Tahun Baru.
Banter menjelaskan bahwa keberhasilan ini tidak hanya bertumpu pada kesiapan personel di lapangan, tetapi juga pada pemanfaatan teknologi digital yang semakin presisi. Salah satu inovasi yang dinilai sangat membantu adalah penggunaan ETLE Drone Patrol Presisi, yang memungkinkan pemantauan lalu lintas secara real time, termasuk di titik-titik blind spot jalan tol. Dengan dukungan teknologi tersebut, potensi pelanggaran dan gangguan lalu lintas dapat terdeteksi lebih cepat sehingga penanganan dapat dilakukan secara tepat waktu.
Selain penguatan pengawasan, Polri bersama instansi terkait juga menyiapkan langkah pengamanan komprehensif selama libur Nataru. Pendirian posko pengamanan dan posko bencana dilakukan secara strategis, disertai kesiapan alat berat untuk menghadapi potensi bencana alam, kecelakaan, maupun dampak cuaca ekstrem. Di sektor pelabuhan dan penyeberangan, pengamanan diperkuat melalui penerapan rekayasa lalu lintas dan manajemen penyeberangan, seperti pengaturan delay system serta penyesuaian kebijakan angkutan barang. Kebijakan ini dinilai efektif dalam menjaga keselamatan sekaligus kelancaran arus penyeberangan masyarakat.
Di sisi lain, Banter juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung keberhasilan pengelolaan lalu lintas. Kepatuhan terhadap aturan, kewaspadaan terhadap kondisi cuaca, serta kedisiplinan berlalu lintas menjadi faktor krusial agar berbagai kebijakan yang diterapkan aparat dapat memberikan hasil maksimal.
Sementara itu, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan bahwa fatalitas kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia selama arus mudik Nataru 2025 mengalami penurunan sebesar 23,23 persen. Meskipun demikian, Korlantas Polri tetap konsisten melakukan penegakan hukum, khususnya terhadap kendaraan sumbu tiga atau truk besar yang melanggar ketentuan selama masa Nataru. Pengaturan waktu operasional kendaraan berat di jalan arteri diterapkan secara tegas namun proporsional demi menjaga keselamatan pengguna jalan lainnya.
Secara keseluruhan, kinerja pemerintah dalam merekayasa dan mengelola arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru 2025 patut diapresiasi. Sinergi antarinstansi, kepemimpinan yang kuat, serta pemanfaatan teknologi modern membuktikan bahwa kepadatan lalu lintas dapat diantisipasi secara efektif. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan terus mempercayai kinerja pemerintah dalam mengelola lalu lintas selama periode Nataru, sekaligus berpartisipasi aktif dengan mematuhi aturan demi terciptanya perjalanan yang aman, nyaman, dan berkelanjutan.
)* Penulis merupakan Anggota Pusat Kajian Transportasi
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews