JAKARTA - Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Gerakan Pasar Murah sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga pangan nasional menjelang bulan puasa dan Hari Raya Idulfitri. Kebijakan ini diarahkan untuk meredam potensi lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Gerakan Pasar Murah tidak hanya difokuskan pada wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah-daerah dengan tingkat kerawanan inflasi pangan yang lebih tinggi. Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya memastikan distribusi pangan berjalan merata dan tidak terkonsentrasi di titik tertentu saja.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pengendalian harga pangan menjadi perhatian langsung Presiden RI, terutama menjelang hari besar keagamaan yang kerap memicu kenaikan harga. Pemerintah, menurutnya, tidak ingin masyarakat terbebani oleh lonjakan harga bahan pokok.
“Bapak Presiden selalu menekankan agar harga-harga menjelang hari raya tidak boleh naik. Bahkan beliau ingin harga-harga turun. Alhamdulillah, pada Natal dan Tahun Baru serta Lebaran tahun lalu, harga bisa kita kendalikan,” ujar Zulkifli Hasan.
Untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran tahun ini, pemerintah memastikan stok pangan nasional berada dalam kondisi aman. Selain menjaga ketersediaan pasokan, pasar murah dijalankan secara rutin sebagai instrumen menahan pergerakan harga di tingkat konsumen.
“Sekarang yang paling penting stok cukup dan harga terkendali. Tidak boleh naik. Karena itu dilakukan pasar murah, misalnya beras diskon 10 persen, telur diskon 10 persen,” jelas Zulkifli Hasan.
Pelaksanaan pasar murah dirancang bersifat berkelanjutan dan adaptif, dengan pelaksanaan harian di berbagai wilayah. Skema ini diharapkan mampu meredam gejolak harga yang kerap muncul akibat lonjakan permintaan musiman.
Di tingkat daerah, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan turut mengambil langkah antisipatif melalui penyiapan Gerakan Pasar Murah menjelang Ramadan 2026. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumatera Selatan Ruzuan Efendi menyebut sejumlah komoditas pangan berpotensi mengalami kenaikan harga pada periode tersebut.
“Dari jauh hari sudah harus dipersiapkan agar harga tetap stabil. Sudah disiapkan rencana gerakan pasar murah dan kemungkinan ada gerakan lain dari OPD maupun pemerintah kabupaten dan kota,” kata Ruzuan Efendi.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan permintaan masyarakat terhadap komoditas strategis seperti beras, cabai, telur, daging, bawang, dan ikan. Tanpa intervensi, lonjakan permintaan berpotensi memicu tekanan harga di pasaran.
“Harapannya harga tetap stabil, distribusi bahan pangan berjalan lancar, tidak terjadi kelangkaan, dan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan 2026,” ujar Ruzuan Efendi.
Selain menjaga stabilitas harga, Gerakan Pasar Murah juga memperkuat rantai pasok pangan dengan melibatkan petani lokal dan pelaku usaha pangan daerah. Pendekatan ini memperpendek jalur distribusi sekaligus mendukung perekonomian daerah.
Dengan langkah terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, pengendalian inflasi pangan diharapkan tetap terjaga, sehingga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat dapat terus dipertahankan.
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews