SUMATERA - Pemerintah memastikan seluruh proses pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera dituntaskan sebelum memasuki bulan Ramadhan 2026. Melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, negara memacu penanganan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat agar masyarakat terdampak dapat menjalani ibadah dengan aman dan nyaman.
Ketua Satgas yang juga Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan fokus utama pemerintah berada pada normalisasi roda pemerintahan daerah serta pemulihan logistik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi kebutuhan pokok dan BBM tetap lancar menjelang Ramadhan dan Lebaran.
Percepatan pemulihan didukung penyaluran dana dalam skala besar. Hingga Februari 2026, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mencairkan dana pemulihan sebesar Rp4,7 triliun.
Selain itu, dana stimulan senilai Rp369,5 miliar disalurkan kepada 17.254 kepala keluarga untuk perbaikan rumah rusak ringan dan sedang di tiga provinsi terdampak. Penyaluran bantuan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno.
“Tidak hanya mengembalikan kehidupan masyarakat terdampak kembali normal, tetapi juga harus menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. “Atas arahan Bapak Presiden, bukan hanya membangun kembali, tetapi membangun lebih baik,” tambah Pratikno.
Dari Lhokseumawe, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan dana stimulan menjadi simbol kehadiran negara dalam pemulihan rumah warga.
“Alhamdulillah, hari ini telah kita lakukan penyerahan dana perbaikan rumah rusak kepada bapak-ibu sekalian yang menerima haknya. Ini adalah wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk terus mendampingi hingga kehidupan kembali pulih lebih baik,” katanya.
“Kami berharap dana ini benar-benar digunakan untuk memperbaiki rumah rusak ringan dan sedang. Tidak boleh dipakai untuk kepentingan lain,” tekannya.
Di sektor infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyampaikan rehabilitasi berjalan dengan pendekatan build back better. Jalan dan jembatan nasional telah kembali berfungsi penuh, sementara pembangunan hunian sementara ditargetkan rampung sebelum Ramadhan.
“Sebagaimana arahan Presiden, penanganan muara menjadi prioritas langsung dalam percepatan normalisasi aliran sungai,” ujar Dody.
Dengan dukungan ribuan personel, alat berat, serta program padat karya, pemerintah menegaskan komitmen menyelesaikan pemulihan bencana Sumatera secara menyeluruh sebelum Ramadhan, sekaligus mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat. (*)
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews