Oleh: Laras Adhisti
Pemerintah menempatkan desa sebagai titik awal pembangunan ekonomi nasional melalui penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Kebijakan ini mencerminkan pandangan bahwa ekonomi rakyat di tingkat lokal merupakan fondasi utama bagi ketahanan dan kemandirian ekonomi bangsa.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak dapat hanya bertumpu pada kawasan perkotaan dan industri besar. Pemerintah memandang desa sebagai basis kekuatan sosial dan ekonomi yang selama ini belum sepenuhnya dimaksimalkan dalam sistem pembangunan nasional.
Dalam arah kebijakan pemerintah, koperasi diposisikan bukan sekadar sebagai wadah usaha, melainkan instrumen kedaulatan ekonomi. Melalui koperasi, negara hadir untuk melindungi petani, nelayan, perajin, dan pelaku usaha kecil dari praktik perdagangan yang merugikan serta ketimpangan akses pasar.
Pemerintah menilai bahwa selama ini banyak produk desa memiliki kualitas yang tinggi, namun sulit bersaing karena keterbatasan modal, teknologi, dan jaringan distribusi. Kondisi ini menyebabkan pelaku usaha lokal kerap berhenti pada tahap produksi bahan mentah tanpa memperoleh nilai tambah yang optimal.
Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang terintegrasi. Pemerintah mendorong koperasi berperan mulai dari penyediaan sarana produksi, pengolahan hasil, hingga distribusi dan pemasaran agar produk desa dapat bersaing di pasar yang lebih luas.
Melalui penguatan kelembagaan koperasi, pemerintah berupaya memastikan produk lokal tidak lagi terpinggirkan dalam rantai pasok nasional. Koperasi diposisikan sebagai penghubung antara potensi desa dan kebutuhan pasar, sekaligus sebagai sarana memperkuat posisi tawar pelaku usaha kecil.
Transformasi tata kelola koperasi menjadi perhatian utama pemerintah. Presiden Prabowo Subianto menilai koperasi harus dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel agar mampu membangun kepercayaan anggota serta mitra usaha. Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan regulasi, pembiayaan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia koperasi.
Penguatan koperasi desa juga dipandang sebagai bagian dari strategi besar membangun kemandirian ekonomi nasional. Pemerintah meyakini ketahanan ekonomi bangsa akan lebih kokoh apabila ditopang oleh ekonomi rakyat yang kuat, terorganisasi, dan berdaya saing.
Dalam kerangka tersebut, Koperasi Desa Merah Putih diposisikan sebagai simpul penting yang menghubungkan produksi desa dengan kebutuhan nasional. Peran ini dinilai mampu memperkuat ekonomi lokal sekaligus menjadi penyangga dari dampak ketidakpastian ekonomi global.
Sejalan dengan arah kebijakan nasional, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menekankan bahwa koperasi desa juga memiliki peran strategis dalam pemberdayaan perempuan dan kelompok rentan. Pemerintah memandang koperasi sebagai ruang aman dan produktif bagi perempuan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan keterampilan.
Keterlibatan perempuan dalam koperasi desa dinilai penting untuk memperkuat daya saing ekonomi lokal. Pemerintah mendorong agar perempuan terlibat tidak hanya sebagai pelaku produksi, tetapi juga dalam struktur pengelolaan dan pengambilan keputusan koperasi.
Produk lokal yang dihasilkan oleh perempuan, seperti olahan pangan, kerajinan, dan produk kreatif, dipandang memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar yang lebih luas. Pemerintah melihat koperasi sebagai sarana efektif untuk memperkuat akses pasar dan meningkatkan nilai tambah produk-produk tersebut.
Pemberdayaan ekonomi perempuan melalui koperasi juga berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga. Pemerintah menilai peningkatan pendapatan perempuan berkontribusi pada kualitas hidup anak dan penguatan ketahanan sosial di desa.
Penguatan ekonomi keluarga melalui koperasi juga dipandang berpengaruh terhadap perlindungan anak. Pemerintah menilai keluarga yang lebih sejahtera memiliki kemampuan lebih baik dalam memenuhi hak-hak anak dan mengurangi risiko kerentanan sosial.
Di sisi lain, penguatan daya saing ekonomi lokal juga ditopang oleh kepastian hukum. Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Tengah mengambil langkah strategis dengan mendorong pendaftaran merek kolektif bagi usaha-usaha yang tergabung dalam Koperasi Desa Merah Putih.
Pemerintah daerah menilai perlindungan hukum atas identitas usaha menjadi elemen penting dalam meningkatkan nilai ekonomi dan kepercayaan pasar. Merek kolektif dipandang mampu memperkuat posisi koperasi dalam persaingan sekaligus melindungi produk dari praktik penjiplakan.
Kepala Kanwil Kementerian Hukum Sulawesi Tengah, Rakhmat Renaldy, menekankan bahwa pendaftaran merek kolektif memberikan manfaat ganda bagi koperasi, baik dari sisi legalitas maupun peningkatan daya saing. Pemerintah daerah memandang langkah ini sebagai bagian dari komitmen mendukung UMKM dan koperasi agar tumbuh secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Tengah. Pemerintah daerah mendorong sosialisasi dan edukasi merek kepada pelaku koperasi agar kesadaran akan pentingnya perlindungan hukum semakin meningkat.
Merek kolektif dipandang sebagai fondasi dalam membangun identitas usaha yang kuat. Pemerintah menilai identitas yang jelas dan terlindungi akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk koperasi, sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Dengan kepastian hukum, Koperasi Desa Merah Putih dapat mengembangkan produk dan layanan secara lebih percaya diri. Pemerintah melihat perlindungan ini sebagai faktor penting dalam mendorong koperasi menjadi pelaku ekonomi lokal yang kompetitif.
Komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung koperasi desa menunjukkan keseriusan membangun ekonomi dari bawah. Koperasi Desa Merah Putih dipandang sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan daya saing ekonomi lokal sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional.
*) Konsultan Kebijakan Ekonomi - Forum Ekonomi Rakyat
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews