Buntut Pembentukan Dewan Kolonel

Dewan Kolonel dibentuk untuk menaikkan elektabilitas Puan Maharani yang notabene anak Ketum Megawati Soekarnoputri, tetapi justru ditolak dan diberi sanksi peringatan keras.

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 13:28 WIB
0
303
Buntut Pembentukan Dewan Kolonel
Ilustrasi Dewan Kolonel (Foto: Disway.id)

Rupanya pembentukan "Dewan Kolonel", berbuntut surat "Peringatan keras dan terakhir".

Surat peringatan itu ditandatangani oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Badan Kehormatan Komarudin Watubun pada 5 Oktober 2022.

Menurut Hasto Kristiyanto, pembentukan Dewan Kolonel melanggar AD-ART partai. Apalagi seperti struktur dalam militer.

Surat peringatan itu juga sudah dikirimkan. Menurut Komarudin Watubun sebagai Ketua Badan Kehormatan DPP PDIP surat peringatan keras tersebut sudah dikirimkan kepada orang per-orang yang terlibat dalam pembentukan Dewan Kolonel.

Seperti kita ketahui, inisiator pembentukan Dewan Kolonel yaitu Johan Budi mantan juru bicara KPK. 

Anggota Dewan Kolonel: Trimedya Panjaitan, Masinton Pasaribu, Hendrawan Supratikno, Agustina Wilujeng, Utut Adianto, Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul.

Bahkan sebagai ketua atau jenderal dalam struktur tersebut telah ditunjuk, yaitu Bambang Pacul dan Utut Adianto.

Tujuan Dewan Kolonel yaitu untuk membumikan nama Puan Maharani sebagai capres 2024 dan untuk menaikkan elektabilitasnya.

Dan Puan Maharani juga sudah mengetahui dibentuknya Dewan Kolonel tersebut.

Artinya, kader-kader partai yang membentuk Dewan Kolonel adalah kubu Puan Maharani.

Sumber grafis; Republika.co.id

Tetapi justru diveto atau dibatalkan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dan Ketua Badan Kehormatan Komarudin Watubun.

Dan tentu atas persetujuan Ketum Partai Megawati Soekarnoputri.

Ini menarik, Dewan Kolonel dibentuk untuk menaikkan elektabilitas Puan Maharani yang notabene anak Ketum Megawati Soekarnoputri, tetapi justru ditolak dan diberi sanksi peringatan keras.

Jangan terbiasa menjadi kacung atau mencari muka!

***