All Out

Di mana saja saya berada saya hanya berprinsip bahwa hidup harus berisi, hidup harus padat karya, hidup harus bermakna.

Rabu, 5 Februari 2020 | 09:06 WIB
0
227
All Out
Fahri Hamzah dan Anis Matta (Foto: Tempo.co)

Salah satu prinsip saya dalam bekerja adalah all out.

Saya tidak terbiasa setengah setengah, tidak terbiasa juga berbasa basi dan pencitraan.

Apa yang saya yakini benar sesuai dengan ilmu yang benar, maka akan saya support secara totalitas.

Kalau saja partai Gelora tidak lahir, maka sudah pasti saya akan masuk ke partai lain dan akan bekerja untuk berkontribusi untuk kebaikan bangsa.

Saya tidak punya waktu banyak untuk bernostalgia, terlalu lama melihat spion, dan larut dalam keadaan.

Usia kita terbatas, umur kita dan sumber daya kita sangat limited, jadi gak ada waktu untuk larut dalam masalah. Harus segera mencari solusi.

Tapi saya merasa punya tanggungjawab moral untuk membesarkan partai Gelora, Partai ini sejak masih berbentuk ormas saya terlibat di dalamnya secara pemikiran.

Kesetiaan saya dalam sebuah misi tidak pernah tersusupi pengkhianatan, walaupun ada pihak pihak yang mencari alasan menuding saya khianat hanya karena pemikiran saya sama dengan pemikiran para pendiri partai Gelora.

Sekali lagi saya gak punya waktu untuk berkonflik, saya ingin demokrasi diperjuangkan dengan kedewasaan dan pemikiran matang. Bukan atas dasar kecewa dan sakit hati.

Karena seorang politisi tidak mungkin bisa berbuat banyak untuk bangsanya kalau dengan perasaan dirinya saja belum selesai.

Karena demokrasi tanpa narasi dan platform yang jelas hanya sebuah permainan kelas rendah yang akhirnya terjebak pada seremonial "menipu" rakyat.

Karena kedewasaan dan kematangan seorang politisi dalam melihat berbagai masalah bangsa lalu bergerak mencari solusi untuk kebaikan negara adalah mahal. Hanya sedikit politisi yang mampu melakukan itu.

Kematangan dan kedewasaan dimulai dari literasi yang baik, pemahaman yang utuh, niat yang lurus, dan orientasi yang jelas.

Tidak akan ada peradaban tanpa kedewasaan, tidak akan ada peradaban tanpa kematangan, dan peradaban tidak akan pernah lahir dari generasi yang malas baca.

Prinsip all out saya pegang dari dulu saat saya terlibat aktif di politik, saya sadar. Masalah bangsa yang menumpuk tidak akan mungkin diselesaikan dengan karya karya kecil, sibuk dengan tema tema remeh, dan malas dalam meningkatkan kapasitas diri.

Di partai lama saya, saya juga all out. Hanya info saja, dulu saya di PKS juga seorang kader inti, tapi itu bukan hal penting bagi saya sama sekali. Bagi saya berkarya besar jauh lebih penting daripada gelar kader inti.

All out akan melahirkan karya besar, saya selalu fokus soal kontribusi bukan sekedar posisi, tapi posisi besar dengan karya besar itu juga sama sama penting.

Di mana saja saya berada saya hanya berprinsip bahwa hidup harus berisi, hidup harus padat karya, hidup harus bermakna.

Karena seberapa besar karya kita didunia seperti itulah dunia mengenang kita pasca kita pergi dari dunia ini. Karena sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi yang lain.

Kita terus memohon petunjuk dan arahan arahan yang maha kuasa, agar Allah selalu membimbing jalan kita dalam mengambil keputusan, agar Allah selalu menjaga kita dalam setiap karya kita kepada bangsa ini untuk selalu lurus dan konsisten.

Semoga lewat ikhtiar kita di rumah baru ini, Allah mudahkan semua jalan jalan kebaikan, Allah tutupi semua pintu pintu fitnah, dan Allah lipatgandakan amal amal kebaikan kita.

***

Keterangan Foto:  saat saya all out memperjuangkan PKS di pedalaman pedalaman Papua Barat tahun 2007-2009.

Tengku Zulkifli Usman, Partai Gelora Indonesia.