Mengapa Ferdy Sambo Ubah Diksi "Pelecehan" Jadi "Pemerkosaan"?

Mungkin strategi mengubah "pelecehan seksual" menjadi "pemerkosaan" ini saran dari penasehat hukumnya, supaya hakim berempati kepada FS.

Kamis, 22 Desember 2022 | 07:37 WIB
0
53
Mengapa Ferdy Sambo Ubah Diksi "Pelecehan" Jadi "Pemerkosaan"?
Ferdy Sambo dan istri (Foto: VOI)

Menarik untuk dicermati perubahan diksi yang dipakai oleh Ferdy Sambo (FS ) dari "pelecehan seksual" menjadi "pemerkosaan" terhadap istrinya. Apakah FS tidak mengetahui perbedaan antara pelecehan seksual dan pemerkosaan?

Rasanya impossible. Tanpa membaca rincian definisi pelecehan seksual pada UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), semua orang awam pasti tahu apa yang dimaksud dengan pelecehan seksual dan perbedaannya dengan pemerkosaan.

Lantas kenapa FS mengubah diksi pelecehan seksual menjadi pemerkosaan?

Ini strategi pembelaan dia dalam persidangan. Seandainya diksi "pelecehan seksual" tetap dipakai, hakim (dan juga publik) akan berpikir alangkah kejamnya FS, istrinya "cuma" dilecehkan kok ganjaran (pembalasan) yang dilakukan adalah membunuh orang yang melakukan. Terasa sangat jomplang.

Ini bukan menyiratkan bahwa pelecehan terhadap istri masalah sepele. Semua suami pasti akan marah besar. Tapi kalo dibuat skala dari 1 s.d 10 tindakan asusila ini, pelecehan seksual ini score = 2 sedangkan pemerkosaan = 10.

Itulah sebabnya FS mengubah diksi dari "pelecehan seksual" menjadi "pemerkosaan".

Tapi strategi ini sebetulnya blunder dan bumerang untuk dirinya. Ini lebih meneguhkan keyakinan hakim dan juga publik bhw FS berbohong dan tidak berkata jujur.

Hakim semakin tidak percaya bahwa dia berkata sebenarnya. Dengan dia memakai diksi pemerkosaan, dia menambah beban kepada istrinya untuk menceritakan detail perbuatan pemerkosaan tersebut kepada hakim.

Dalam sidang tertutup hakim memang "berhak" menginterogasi PC tentang detail-detail perbuatan pemerkosaan itu (apakah ada penetrasi dsb). Masih beruntung kalau hakim tidak sampai hati mencecar PC dengan klaim dia diperkosa itu.

Mungkin strategi mengubah "pelecehan seksual" menjadi "pemerkosaan" ini saran dari penasehat hukumnya, supaya hakim berempati kepada FS.

Tapi seperti diutarakan di atas, justru ini menjadi bumerang (backfire) yang lebih menurunkan kredibilitas FS.

***