Studium Generale Bela Negara di Universitas Brawijaya Malang

Sabtu, 16 September 2023 | 11:08 WIB
0
49
Studium Generale Bela Negara di Universitas Brawijaya Malang
Studium Generale Bela Negara di Universitas Brawijaya Malang | dok.humaslapasmalang

LAPAS MALANG - sABTU (16/09/2023) Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur mengikuti kegiatan Studium Generale Bela Negara dengan tema "Bela Bangsa Sejak Muda" Bersama Menteri Hukum & HAM, Yasonna Hamonangan Laoly di Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang.

Dalam Studium Generale Bela Negara ada 2500 Mahasiswa Baru yang hadir langsung di lokasi dan 12.988 Mahasiswa Baru hadir secara virtual. Menkumham mengajak para Mahasiswa untuk terus menciptakan kesadaran berbangsa dan bernegara. Sehingga dengan begitu, para Mahasiswa bisa mempunyai semangat untuk bisa belajar dan ikut memajukan bangsa.

Menkumham didampingi Plt. Kakanwil Kemenkumham Jatim, Saefur Rochim juga melihat lebih dekat Legal Expo Kemenkumham Jatim 2023 di area parkir Samantha Krida yang menampilkan berbagai pelayanan Hukum dan HAM. Kemenkumham Jatim menggelar Legal Expo dalam rangka memeriahkan Hari Lahir ke-78 Kemenkumham.

Dalam kesempatan tersebut beliau mengapresiasi berbagai produk hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sangat membanggakan di stand bersama Lapas Kelas I Malang dan Lapas Perempuan Kelas II A Malang. WBP juga mengenalkan berbagai keterampilan yang dimiliki mereka. Mulai dari meracik Kopi, melukis hingga penampilan musik dari WBP.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly memberikan kuliah umum kepada seluruh mahasiswa baru Universitas Brawijaya pada hari ini, Kamis (14/9). Kegiatan ini dihadiri oleh para peserta baik secara luring di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya dan secara daring melalui kanal YouTube.

“Pada era modern ancaman dan tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia dalam menyelenggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara semakin luas, tidak hanya sekedar yang dilakukan secara fisik, namun juga ancaman dan tantangan melalui sosial media,” ucap Yasonna.

Yasonna juga mengatakan bahwa ancaman yang dihadapi tidak lagi didominasi oleh perebutan wilayah tapi jauh berkembang pada globalisasi ekonomi, ancaman transnasional seperti terorisme dan radikalisme, beragam masalah yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan hidup, hingga potensi kesenjangan sosial-ekonomi-politik dan ketegangan global sebagai dampak dari perkembangan industri 4.0 yang sangat pesat.

“Bela negara tidak harus ditunjukkan dengan berperang secara fisik dengan para penjajah seperti yang dilakukan oleh para pendahulu kita zaman dahulu, namun dapat ditunjukkan dengan sikap kita sebagai warga negara Indonesia untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan ideologi Pancasila,” tambah Yasonna.

Pada akhir pidatonya, Yasonna mengajak untuk seluruh civitas akademika di Universitas Brawijaya dan Pendidikan Tinggi lainnya untuk menerapkan kelima nilai yang ada di Peraturan Menteri Pertahanan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pedoman Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam pengajarannya.

“Bisa dengan menyisipkan satu mata kuliah Kewarganegaraan di semester awal, supaya nilai-nilai Bela Negara tidak hanya dipahami namun benar-benar diterapkan dalam kehidupan mahasiswa,” tambah Yasonna.

Sebelumnya, Yasonna yang didampingi Plt. Kakanwil Kemenkumham Jatim Saefur Rochim menyempatkan diri menyambangi Legal Expo Kemenkumham Jatim 2023 di area yang sama. Di sana Yasonna menyempatkam diri mengunjungi booth pelayanan publik Kemenkumham Jatim.

Ada 12 booth pelayanan publik yang disediakan. Mulai dari pelayanan keimigrasian, AHU, BHP, HAM, pendaftaran e-katalog, hingga pameran galeri hasil karya warga binaan.

"Kami berharap pelayanan ini bisa bermanfaat bagi warga Malang khususnya mahasiswa Universitas Brawijaya," ujar Plt. Kakanwil Kemenkumham Jatim Saefur Rochim.

"Apresiasi disampaikan Menkumham jadi penyemangat bagi WBP untuk terus berkarya lebih baik. Selain itu juga bisa meningkatkan produktivitas program pembinaan kemandirian di Lapas Kelas I Malang," kata Heri Azhari, Kalapas Kelas I Malang.

Lembaga Pemasyarakatan/ Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jawa Timur adalah salah satu pilot project Lapas Industri dan Zona Integrasi (ZI) Wilayah Bebas dari Korupsi / Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM) Unit Pelaksana Teknis/ UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Perbaikan terus menerus dilakukan di Lapas Kelas 1 Malang ke arah yang lebih baik untuk pelayanan pada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) maupun Masyarakat.

Lapas Kelas I Malang Kanwil Kemenkumham Jatim memiliki program pembinaan kepribadian dan kemandirian bagi seluruh WBP. Diharapkan dengan program pembinaan yang dilakukan bisa membuat WBP bisa menunjukkan penurunan tingkat resiko melakukan pidana kembali dengan berkelakukan baik juga bisa sebagai agen moral kebaikan saat telah bebas kembali ke Masyarakat. Lapas Kelas I Malang meraih Penghargaan sebagai Zona Integritas WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani).
Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Malang adalah salah satu pilot project WBK/WBBM UPT Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Lapas Kelas I Malang atau Lapas Siji Malang (L'Sima) memiliki jargon APIK (Akuntabel, Profesional, Inovatif dan Kreatif).


L'SIMA PASTI APIK !
(HUMAS LAPAS KELAS I MALANG)