Odinga, Sang Petarung yang Tak Tahu Malu!

Rakyat Kenya ternyata bukan saja semakin cerdas, mereka juga sudah muak dengan perilaku para politisi gombal. Mereka lebih menginginkan perdamaian ketimbang konflik.

Minggu, 7 Juli 2019 | 19:43 WIB
0
562
Odinga, Sang Petarung yang Tak Tahu Malu!
Odinga (Foto: Facebook/Manuel Kaisiepo)

Bukan hanya di Indonesia, di negara lain juga ada: seorang kandidat presiden pantang menyerah terus bertarung dalam beberapa kali pilpres, walaupun terus-menerus kalah.

Dia pasti petarung sejati!

Juga ada yang mirip: setelah kalah dia menuding lawannya curang! 

Tapi lebih parah lagi, setelah kalah dia mendalangi kerusuhan massal berbasis politik identitas yang memakan banyak korban.

Itulah yang terjadi di Kenya dalam 3 kali pemilu terakhir sejak tahun 2007-2017. Dan sang petarungnya adalah Raila Amolo Odinga! 

Dalam pilpres yang hasilnya diumumkan Sabtu,12 Agustus 2017, kandidat petahana Uhuru Kenyatta dinyatakan menang atas lawan utamanya, Raila Amolo Odinga, politisi kawakan yang sudah ikut bertarung sebagai kandidat presiden sejak pilpres 2007 dan 2013.

Odinga langsung menuduh lawannya curang dengan melakukan peretasan sistem komputer penghitungan suara.

Dan seperti kekalahannya pada pilpres 2007 yang telah menimbulkan kerusuhan massal, kali ini pun kekalahan Odinga telah memicu konflik yang memakan korban jiwa.

Odinga pertamakali maju bertarung dalam pemilu serentak (pilkada, pileg, pilpres) 2007, tapi kalah tipis dari petahana presiden saat itu, Mwai Kibaki.

Kekalahannya telah memicu kerusuhan etnis yang memakan korban 1.200 orang meninggal, dan sekitar 600 ribu orang mengungsi.

Memang kerusuhan pasca pilpres 2007 itu juga telah mendorong terjadinya rujuk nasional, dengan diangkatnya Odinga sebagai Perdana Menteri. Rupanya jabatan PM belum bisa menghapus ambisi Odinga.

Pada pilpres 2017yang berlangsung Selasa 8 Agustus, Odinga kembali maju bertarung menantang petahana presiden Uhuru Kenyatta. 

Dalam perhitungan KPU-nya Kenya yang diumumkan Sabtu 12 Agustus, sang petahana dinyatakan sebagai pemenang mengalahkan sang petarung. Odinga lagi-lagi kalah.

Seperti pada kekalahannya tahun 2007, Odinga kembali menuding telah terjadi kecurangan. Dan seperti sudah diduga sebelumnya, kerusuhan massal pun meledak, walau tidak sedahsyat kerusuhan pemilu 2007.

Rakyat Kenya ternyata bukan saja semakin cerdas, mereka juga --terutama--  sudah muak dengan perilaku para politisi gombal. Mereka lebih menginginkan perdamaian ketimbang konflik. 

"KEEP PEACE ALIVE", demikian kalimat yang terpampang pada sejumlah spanduk di sudut-sudut kota Nairobi dan kota-kota besar lainnya di Kenya.

***

Keterangan: Judul asli tulisan ini "Odinga, Sang Petarung!" mengalami perubahan disesuaikan karakter pembaca PepNews.