Joseph Cohen, Tokoh di Balik Normalisasi Hubungan Israel-UEA

Sejatinya negara Arab sudah lama menjadi budak zionis, bahkan tahta raja dan keamanan negara mereka saat ini seutuhnya di lindungi oleh aliansi Israel dan AS.

Sabtu, 22 Agustus 2020 | 11:28 WIB
0
34
Joseph Cohen, Tokoh di Balik Normalisasi Hubungan Israel-UEA
Joseph Cohen (Foto: Facebook/Tengku Z. Usman)

Yossi Cohen atau Joseph Cohen. Salah satu tokoh kunci di balik Normalisasi Hubungan Israel-Emirat. Direktur Utama Agen Intelijen Israel Mossad yang ke 12 ini termasuk yang sangat gigih melobi negara negara islam di benua arab untuk membuka hubungan resmi dengan Israel.

Beberapa tahun belakangan ini, Yossi Cohen bersama dengan kepala keamanan Isral Meir Shabbat terus menerus melobi UAE untuk merealisasikan hubungan resmi.

Di samping UAE juga sangat membutuhkan Israel, israel juga memerlukan UAE untuk untuk membuka gerbang normalisasi besar besar israel dengan negar negara arab.

UAE adalah negara ketiga di dunia Arab yang membuka hubungan resmi dengan Israel setelah Mesir dan Yordania.

Hubungan Isreal-UAE sudah berjalan cukup lama walapun tidak resmi. Hubungan seremonial resmi rasanya sudah tidak terlalu dibutuhkan oleh kedua negara mengingat hubungan mereka selama ini jauh lebih akrab ketimbang dengan negara lain.

Mossad sudah sangat lama juga beroperasi di UAE. Pimpinan Hamas Palestina yang dibunuh Mossad 2010 lalu Mahmoud Mabhuoh di sebuah Hotel di dubai adalah fakta nyata aktifnya Mossad di UAE atas izin Ben Zayed.

Pengumuman hubungan resmi Israel-UAE pekan lalu hanya seremonial dan secara substansial tidak dibutuhkan dan tidak mengejutkan sama sekali.

UAE dan Isrel sama sama musuh Islam yang sangat nyata, begitu juga sekutu mereka dari mesir sampai Saudi.

Aliansi israel dengan UAE, Saudi, mesir dkk adalah aliansi strategis jangka panjang untuk mendukung Israel raya dan melawan Islam politik dibawah payung IM.

UAE, Mesir, Saudi tanpa dukungan politik yang kuat dari Israel sudah lama akan bernasib seperti Tunisia atau Libya dimana emir dan raja mereka terguling dilawan rakyat.

Arab Saudi, UAE, Mesir dkk sangat membutuhkan Israel agar tahta mereka aman dari gangguan oposisi yang mayoritas adalah sayap sayap IM.

Demokrasi sengaja dimatikan di negara Arab karena hidupnya demokrasi di negara Arab akan lengsung merugikan Israel. Israel tidak mau lagi kecolongan seperti naiknya Mursi di Mesir.

Raja raja Arab bekerjasama dengan Israel karena butuh perlindungan politik dan diplomasi agar kekuataan demokratisasi bisa ditekan dan dihabisi di negara mereka.

Mursi digulingkan oleh boneka Israel Assisi juga karena faktor ini. Mursi mengancam eksistensi Israel karena Mursi sudah berencana mengubah peta jalan dan membatalkan kesepakatan Mesir-Israel di masa lalu yang ditandatangani oleh boneka israel lain semacam Sadat atau Mubarok.

Arab Saudi dkk juga tidak perlu lagi mengumumkan hubungan resmi dengan Israel seperti UAE. Karena hubungan Saudi dengan Israel sama mesra nya dengan hubungan UAE-Israel.

Negara Arab terus berhubungan gelap dengan zionis karena kebutuhan mereka kepada kekuatan Yahudi. Soal pengumuman di media rasanya tidak perlu karena itu bisa mencoreng nama Raja Arab sebagai khadimul haramain di mata muslim dunia.

Sejatinya negara Arab sudah lama menjadi budak zionis, bahkan tahta raja dan keamanan negara mereka saat ini seutuhnya di lindungi oleh aliansi Israel dan AS.

Tengku Zulkifli Usman

***