Pembunuhan Khashoggi, Dinas Intelijen Arab Saudi Kalah Cerdik dibanding Turki

Rabu, 24 Oktober 2018 | 08:14 WIB
0
733
Pembunuhan Khashoggi, Dinas Intelijen Arab Saudi Kalah Cerdik dibanding Turki

Kasus pembunuhan Jamal Kashoggi bak cerita dalam novel-novel atau film yang penuh kekerasan, pengkhianatan, konspirasi dan percintaan. Apalagi masyarakat kita menyukai cerita-cerita seperti tentang teori konspirasi dan pengalihan isu.

Kasus kematian Jamal Kashoggi makin hari makin menarik untuk dinikmati sebagai berita yang penuh dengan intrik politik. Karena kuping penguasa Kerajaan Arab Saudi merasa panas dan tidak tahan oleh ocehan jurnalis itu.

Bukti-bukti berdasarkan informasi telik sandi yang valid dibeber oleh pihak aparat dan intelijen Turki, seakan telik sandi Arab Saudi dipermalukan dan ditelanjangi di depan umum dan diarak biar semua dunia tahu. Dan pihak Kerajaan Arab diam seribu bahasa karena operasi intelijen-nya gagal. Akibatnya harus menerima konsekuensi dong.

Bukti yang dibeber oleh aparat kepolisian dan intelijen Turki, yaitu lewat rekaman CCTV, adanya agen Arab Saudi yang memakai kacamata, baju dan jenggot palsu yang sama dengan yang dipakai Kashoggi waktu masuk dalam Konsulat Arab Saudi di Turki.

Agen itu keluar dari pintu belakang Konsulat Arab Saudi berjalan menuju sekitar situs wisata Masjib Biru dan setelah itu agen tersebut berganti baju berwarna biru seperti yang pertama kali ia kenakan. Agen tersebut diduga atau teridentifikasi sebagai Mustafa al- Madani, agen ini yang datang ke Turki bersama dengan agen-agen lainnya yang berjumlah 15 orang.

Sayangnya agen ini (Mustafa al-Madani) yang memerankan body double atau peran pengganti tidak berjalan sukses atau mulus karena lewat rekaman kamera sepatu yang dipakai tidak sama dengan sepatu yang dipakai oleh Jamal Kashoggi. Agen Mastafa al-Madani memakai sepatu kets.

Bahkan presiden Recep Tayyip Erdogan di hadapan anggota parlemen Turki mengungkapkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh aparat polisi dan dinas intelijen. Erdogan mengungkapkan hasil penyelidikan secara rinci, bahkan menurutnya kasus pembunuhan Kashoggi adalah sesuatu yang sudah direncanakan dan melibatkan tiga tim yang berjumlah 15 orang algojo untuk mencabut nyawa Jamal Kashoggi yang dikirim langsung dari Arab Saudi.

Dalam penjelasan Erdogan, hard disk dan kamera pengawas dalam Konsulat Arab Saudi sudah hilang atau dibuang. Menurut presiden Erdogan, ke-15 agen Arab Saudi itu lebih baik diadili di negara Turki. Presiden Erdogan seakan ingin mempermalukan dan menelanjangi Kerajaan Arab Saudi.

Dan telik sandi atau agen-agen Arab Saudi seakan harus mengakui kehebatan dan kecerdikan telik sandi atau agen Turki. Karena bukti-bukti baik itu rekaman suara atau video diperoleh dari informasi intelijen. Bahkan telepon dalam Konsulat Arab Saudi juga disadap, ini dibuktikan oleh komunikasi Kashoggi dengan MsS sebelum dieksekusi oleh algojo.

Bisa jadi kisah atau episode-episode selanjutnya akan semakin seru, ini bukan film fiksi, tetapi film dokumenter gagalnya operasi intelijen.

Kita harus akui, agen yang jago mengejar dan membunuh target di luar negeri adalah agen MOSSAD milik Israel.

Seperti yang belum lama terjadi di Malaysia, ada dosen Palestina ahli senjata, ditembak mati oleh dua orang pria yang memakai sepeda motor dan diduga dilakukan oleh agen MOSSAD.Dan sampai sekarang tidak bisa terungkap kasusnya karena minim barang bukti atau yang melihat kejadian itu.

***