Kunjungan Bersejarah Presiden Iran Hassan Rouhani Ke Irak

Rabu, 13 Maret 2019 | 08:38 WIB
0
156
Kunjungan Bersejarah Presiden Iran Hassan Rouhani Ke Irak
Rouhani di Baghdad (Foto: Washington Post)

Presiden Iran Hassan Rouhani melakukan kunjungan atau lawatan kenegaraan ke Irak. Lawatan kenegaraan diperkirakan selama tiga hari untuk membahas isu-isu hubungan kedua negara dan meningkatkan perdagangan kedua negara yang pernah menjadi musuh bebuyutan.

Ini termasuk kunjungan bersejarah yang dilakukan oleh presiden Iran, bahkan mungkin belum pernah dilakukan oleh presiden-presiden sebelumnya. Dan ini termasuk kunjungan yang amat berani dilakukan oleh Presiden Hassan Raouhani ke Irak. Karena wilayah Irak ada banyak pangkalan-pangkalan militer Amerika. Dan Irak termasuk negara yang belum aman, karena terlibat perang dengan ISIS. Bahkan Mosul sempat jatuh dan dikuasai oleh ISIS.

Seperti kita ketahui, Iran-Irak pernah terlibat perang selama 8 tahun. Pada waktu itu Irak dibantu oleh Amerika dan menjadi sekutu. Tetapi akhirnya Saddam Husein malah dijungkalkan oleh Amerika dan kematiannya pun tragis.

Tapi sekarang Iran-Irak memperpaiki hubungan yang lebih erat yang dilatarbelakangi kesamaan kepentingan, yaitu ingin mengusir Amerika dari wilayah Irak. Dan punya kesamaan agama yaitu Islam Syiah.

Tentu dengan hubungan Iran-Irak yang makin baik atau mesra akan membuat kedua negara ini menjadi kuat. Dan tentu ada pihak yang tidak suka dengan hubungan kedua negara tersebut. Siapakah itu? Ya Amerika. Karena Amerika punya banyak kepentingan dengan Irak.

Amerika khawatir kalau Irak makin mesra dengan Iran. Bahkan Amerika sudah mulai menekan Irak untuk tidak impor energi (listrik dan gas) dari Iran. Amerika ingin mengisolasi Iran di kawasan Timur Tengah. Dan sebagai gantinya Amerika menawarkan perusahaan Amerika sebagai pengganti untuk menyuplai listrik dan gas.

Kunjungan atau lawatan presiden Hassan Rouhani adalah kunjungan kenegaraan secara resmi. Ia disambut secara protoler layaknya kunjungan seorang pejabat negara atau seorang presiden. Beda dengan kunjungan Presiden Donald Trump yang pernah mengunjungi tentara Amerika di Irak pada Natal 2018 secara sembunyi-sembunyi dengan lampu pesawat dimatikan dan gelap. Karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Bahkan dalam kunjungan kenegaraan tersebut kedua negara juga menyepakati beberapa poin, salah satunya akan dibangun jalur kereta api Baghdad (Irak)-Shalamceh (Iran).

Kunjungan Pesiden Iran Hassan Roauhani ke Irak ternyata memancing wakil presiden Amerika  Brian Hook untuk urusan Iran dengan tanggapan atau komentar sinis. Brian Hook menuduh keunjungan itu untuk menjadikan Irak menjadi salah satu provinsi Iran.

Kenapa kedua negara Iran-Irak yang ingin menjalin hubungan lebih baik dan erat, tapi yang panas malah Amerika? Karena kepentingan Amerika bisa tertanggu atau gagal di wilayah Irak.

***