Biden Memperluas Peran NSA untuk Keamanan Siber, Bagaimana Indonesia?

Sementara ini badan-badan keamanan nasional umumnya dipandang lebih aman dibandingkan institusi sipil yang juga mengalami planggaran signifikan.

Jumat, 21 Januari 2022 | 11:26 WIB
0
120
Biden Memperluas Peran NSA untuk Keamanan Siber, Bagaimana Indonesia?
Joe Biden (Foto: republika.co.id)

Presiden AS, Joe Biden pada hari Rabu (19/1/2022) memperluas peran NSA (National Security Agency) dalam melindungi jaringan komputer paling sensitif pemerintah AS. Biden mengeluarkan arahan yang ditujukan untuk meningkatkan keamanan internet dalam Departemen Pertahanan dan badan-badan intelijen lainnya.  

Dari sebuah laporan: Memorandum yang ditandatangani oleh Biden mengamanatkan praktik dan standar keamanan siber dasar, seperti otentikasi dua faktor dan penggunaan enkripsi, untuk apa yang disebut sistem keamanan nasional, yang mencakup Departemen Pertahanan dan badan intelijen serta kontraktor federal yang mendukung mereka. Ini secara efektif menyelaraskan standar keamanan siber yang dikenakan pada NSA (Badan Keamanan Nasional) yang sebelumnya ditetapkan untuk badan sipil di bawah perintah eksekutif yang ditandatangani Biden Mei lalu. 

Instansi yang terkena dampak diharapkan segera menerapkan berbagai protokol keamanan siber, termasuk penggunaan teknologi cloud dan perangkat lunak tertentu yang dapat mendeteksi masalah keamanan pada jaringan. Kegagalan keamanan siber telah menjangkiti pemerintah AS selama beberapa dekade, termasuk pencurian catatan personel terperinci dan rahasia militer, disebutkan dilakukan Rusia, China, serta musuh2 lainnya.  

Sementara ini badan-badan keamanan nasional umumnya dipandang lebih aman dibandingkan institusi sipil yang juga mengalami planggaran signifikan. 

Desember, Bank Indonesia (BI) Kena Serangan Siber, Tapi Sudah Teratasi 

Bank Indonesia (BI) mengaku pernah terkena serangan Ransomware Conti dalam jaringannya. Serangan tersebut terjadi pada bulan lalu, atau berarti pada bulan Desember 2021.  

“BI sadar ada peretasan ransomware pada bulan lalu. Kami sadar kami terkena serangan siber. Ini kejahatan, nyata, dan kami terkena,” kata Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, Kamis (20/1)  

Namun kini, Erwin menyebut, BI sudah melakukan pemulihan, asesmen, audit, dan mitigasi dengan protokol mitigasi gangguan IT bahkan hingga ke level pegawai. Harapannya, ini bisa membentengi sistem BI dari serangan pihak tersebut.  

Setidaknya ada tiga hal yang sudah dilakukan BI dalam hal ini. Pertama, menyusun kebijakan standard dan pedoman ketahanan yang lebih ketat hingga ke level pegawai.  

"Kami sadar bahwa yang paling rentan ini bisa ada di level pegawai. Sehingga kami sudah memperkuat protokolnya bahkan hingga ke pegawai-pegawai," jelas Erwin (Sumber : Kontan, 20/1/2022). 

Catatan; Peningkatan keamanan data-data pemerintah harus terus dilakukan (up to date) selain meningkatkan kemampuan pertahanan siber masingmasing institusi juga harus meningkatkan kesadaran sekuriti pegawai yang umumnya security minded-nya rendah. Pernah diberitakan ada 10 institusi pemerinrah yang di tembus hacker.

Payitno W. Ramelan

***