Batas waktu diberikan kepada Carlsen untuk menjawab agar FIDE bisa segera bergerak mencari sponsor dan menentukan lokasi pertandingan.
FIDE telah meminta kepada GM Magnus Carlsen menentukan sikap apakah akan mempertahankan gelarnya melawan pemenang Turnamen Kandidat GM Ian Nepomniachtchi atau mundur.
Batas waktu yang diberikan oleh FIDE kepada juara dunia itu menjawab adalah tanggal 20 Juli 2020 bertepatan dengan Hari Catur Internasional.
Ini merujuk pertemuan empat jam di Madrid minggu lalu antara Carlsen dengan petinggi FIDE sebelum pecatur Norwegia itu berangkat ke Las Vegas mengikuti World Series of Poker.
Dalam pertemuan itu dikabarkan Carlsen bersedia mempertahankan gelarnya melawan GM Ian Nepomniachtchi jika FIDE menyetujui format dwitarung yang diusulkannya.
Mirip dengan tenis, dwitarung itu akan dibagi menjadi tiga set. Setiap set terdiri dari 4 partai catur klasik. Jika hasilnya imbang 2-2, akan ada babak tambahan catur cepat plus catur blitz untuk menentukan pemenang.
Dengan format seperti itu memungkinkan seorang pecatur bisa memenangkan gelar juara dunia cukup dengan delapan babak.
Baca Juga: Format Baru yang Diinginkan Carlsen dan Bantahan FIDE
Jika FIDE menolak usulan itu dan Carlsen menolak mempertahankan gelarnya maka Nepo akan menghadapi runner up Kandidat GM Ding Liren di kejuaraan dunia berikutnya.
Batas waktu diberikan kepada Carlsen untuk menjawab agar FIDE bisa segera bergerak mencari sponsor dan menentukan lokasi pertandingan.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews