Mahfud MD dalam acara pembekalan calon anggota legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan hak pilih atau tidak golput dalam pilpres 2019 untuk mencegah orang "jahat" memimpin negeri ini.
Pernyataan Mahuf MD ini memancing reaksi dari masyarakat atau pengguna medsos dan menanyakan apa maksud dari pemimpin "jahat". Mahfud MD memberi penjelasan, bahwa tidak ada calon presiden atau pemimpin yang ideal, pasti ada kekurangan dan kelebihan. Tidak ada maksud untuk mendiskriditkan calon pasangan presiden tertentu.
Mahfud MD memberikan peringatan atau himbauan untuk tidak golput bukan tanpa alasan, setelah ia gagal menjadi cawapres banyak pendukung Mahfud MD dan pendukung Ahok yang tidak akan menggunakan hak pilihnya pada pilpres 2019. Untuk itu Mahfud MD punya tanggung moral mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dan tidak golput, karena kalau golput sama saja memberi peluang orang jahat yang akan menjadi pemimpin atau penguasa.
Rupanya akibat pernyataan Mahfud MD ini ada pihak yang merasa tertuduh atau tersinggung dengan kata: untuk mencegah orang jahat menjadi pemimpin.
Banyak masyarakat yang menafsirkan perkataan Mahfud MD ini dengan salah satu kandidat calon presiden tertentu, padahal hampir tidak mungkin perkataan Mahfud MD ini ditujukan kepada salah satu kandidat tertentu. Karena pada Pilpres 2014, Mahfud MD menjadi bagian atau tim pemenangan calon presiden itu.
Perkataan Mahfud MD ini lebih nendang dan lebih menyengat dibanding #2019GantiPresiden. Tagar 2019 ganti presiden sekarang seperti terkulai loyo setelah 9 kadernya tidak ada satu pun yang menjadi cawapres.
Bahkan #2019 ganti presiden di kampanyekan secara masif dan di setiap hari Minggu CFD juga ada kampanye #2019 ganti presiden, sekarang mulai mereda.
Oleh Bawaslu sendiri #2091 ganti presiden juga tidak dianggap sebagai pelanggaran atau sesuatu yang membahayakan. Tapi anehnya Bawaslu berlaku tegas dengan spanduk-spanduk yang kemarin terpasang di Jakarta yang dengan kalimat: "Jangan memilih pemimpin yang jahat". Spanduk-spanduk itu atas perintah Bawaslu untuk diturunkan karena dianggap bisa menyebabkan gesekan atau ketersinggungan. Dan spanduk-spanduk itu akhirnya diturunkan.
Kenapa Bawaslu begitu tegas dengan menurunkan spanduk-spanduk yang bertuliskan. "Jangan memilih pemimpin yang jahat? Tetapi mengapa Bawaslu tidak tegas dengan #2019 ganti presiden? Kalau dua-duanya dianggap bisa menimbulkan gesekan di antara masyarakat atau pendukung, harusnya dilarang atau diturunkan semua spanduk yang berisi pesan provokasi.
Bukankah pada dasarnya Bawaslu itu seperti wasit? Tetapi kalau wasit tidak tegas dan tidak adil,tentu akan menimbulkan masalah di kemudian hari.
"Ayoo jangan golput untuk mencegah orang jahat menjadi pemimpin atau penguasa!"
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews