Hampir dipastikan Gerindra berkoalisi dengan Demokrat, dengan formasi Prabowo Capres dan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY sebagai Cawapres. Ijtima Ulama GNPF kalau orang sunda bilang, kumaha engke waelah (gimana nanti aja deh), dan yang merana pastilah PKS. Sebab, mau merapat ke Koalisi Pemerintah sudah kadung gak enak.
Sama gak enaknya dengan Amien Rais yang terpaksa jadi Ngabalin, yang boleh dikata "semua menjadi cebong pada waktunya". Begitu dinamisnya Politik, saking dinamisnya jadi agak bau amis. Menelan ludah yang sudah dibuang menjadi sangat mudah.
Situasi itu sepertinya akan segera terjadi, demi apapun dalam Politik biasanya apa pun akan dilakukan. Hidup harus terus berjalan, kalkulasi dan perhitungan bisa saja salah, tapi kenyataan harus diterima. Karena memang manusia cuma sebatas berencana, keputusan tetap ada ditangan Yang Maha kuasa.
Dalam Politik semua bisa terjadi, karena matematika dalam politik bukanlah sesuatu yang pasti. Hari ini bisa saja Jokowi Anda hujat, esok atau lusa Anda akan merapat bersamanya. Itu sudah banyak terbukti. Dalam politik semua bisa terjadi, tidak ada yang tidak mungkin.
Agak lucu dibayangkan, kalau seandainya benar PAN merapat Kekoalisi Pemerintah, sementara Amien Rais selama ini selalu menyerang Presiden Jokowi.
Sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN, pastinya dia Akan ikut gerbong, kecuali naik jaran kepang sendiri ngikut Prabowo.
Pengalaman mengajarkan Koalisi Pemerintah, bahwa PAN bermain di dua kaki pada Periode Pertama, jelas sekarang PAN akan dituntut untuk konsisten disamping Jokowi. Kalau tidak siap pastinya tidak akan bisa diterima untuk berkoalisi.
Pertanyaannya adalah, apakah PAN Juga satu paket dengan Amien Rais?
Bisa dibayangkan seperti apa Amien Rais jadi Cebong, yang nantinya akan berseberangan dengan Prabowo. Unik juga kalau ditunjuk sekalian sebagai juru kampanye nasional Koalisi Jokowi.
Juga gimana dengan PKS yang jelas-jelas kadernya tidak diterima sebagai cawapres Prabowo, akankah juga akan merapat Kekoalisi Pemerintah.? Silahkan Anda Bayangkan Mardani menjadi kecebong pula, seperti apa wujudnya, kalau Koalisi Pemerintah bisa menerima PKS dengan tangan terbuka.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews