Lima puluh enam adalah tahun yang terentang. Sejak kita menjadi tuan rumah pesta olahraga terbesar bangsa-bangsa di Asia.
Tahun 1962 adalah tahun penegasan bangsa-bangsa di Asia, yang sebagian besar baru saja keluar dari belenggu penjajahan dan penindasan. Soekarno membuktikan kepada bangsa-bangsa di dunia apa yang dimiliki Indonesia.
Melalui olahraga, persatuan antarbangsa digalang, dan persaudaraan serta gotong royong antarwarga ditumbuhkan. Indonesia memiliki berbagai fasilitas baru di bidang olahraga, transportasi, perhotelan, dan pernak-pernik ukuran kemoderenan pada zamannya.
[embed]https://youtu.be/1ak17RxcqBQ[/embed]
Tahun 2018, sejarah kembali terulang dengan tantangan yang suasana zaman yang lebih menjulang. Presiden Joko Widodo memimpin bangsa ini untuk menerima tanggung jawab sebagai tuan rumah.
Lima puluh enam tahun yang telah terentang, bangsa-bangsa sudah melompat menuju kemajuan. Tahun 2018 sudah tiba, dan pesta bangsa-bangsa Asia di bumi Nusantara tinggal menghitung hari.
Kita harus membuktikan dan menunjukkan kemajuan bangsa ini, melalui penyediaan sarana dan prasarana untuk para tamu negara.
Jokowi pontang-panting ke sana-sini, mengecek dan mengontrol itu dan ini, memerintahkan semua kekuatan bangsa ini dikerahkan untuk menyambut pesta besar ini.
Jokowi mengajak semua bergembira, mengajak warga masyarakat aktif turut serta. Tidak dengan caci maki tapi dengan senyum yang menawan hati. Tidak dengan tuding sana tuding sini, tapi gandeng sana gandeng sini. Tidak dengan kekerdilan hati melainkan kebesaran. Tidak dengan ciut nyali tapi gagah berani.
Lima puluh enam tahun kemudian, persatuan antarbangsa kembali dikumandangkan. Terlebih-lebih, persaudaraan dan gotong royong di antara sesama warga dan masyarakat Indonesia sendiri.
Arena pertandingan sudah siap semuanya, sebagaimana kata Via Vallen, "...Ini saat yang kutunggu, hari ini kubuktikan...kuyakin ku kan menang. Hari ini kan dikenang, semua doa kupanjatkan, sejarah kupersembahkan..."
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews