Berbagai cara yang mencerminkan ketakutan pada Prabowo Subianto (PS), semakin jelas diperlihatkan oleh orang-orang yang berada di kubu para penguasa. Sangat kental kesan bahwa Pak PS bakal menghadapi kesulitan untuk maju menjadi calon presiden (capres) melalui sejumlah langkah yang kontroversial yang dilakukan penguasa.
Perjuangan Pak PS sangat berat.
Beberapa hari lalu diterbitkan PP Nomor 32/2018 tentang izin ikut pileg dan pilpres. Antara lain disebutkan bahwa gubernur harus mendapatkan izin dari presiden untuk ikut pilpres. Kemudian, pihak yang berkuasa “mengganti” rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan capres dan cawapres. Selama ini, pemeriksaan dilaksanakan di RSPAD. Kali ini, akan dipindahkan ke RS Persahabatan.
Mengapa dipindahkan? Wallahu a’lam. Salah satu yang bisa terbaca adalah, pemindahan RS itu akan membuat para dokter non-RSPAD “lebih bebas” membuat rekomendasi tentang kesehatan capres-cawapres.
Tentang PP 32/2018. Anda tak perlu menjadi pakar hukum tatanegara untuk menangkap kesan jelas bahwa peraturan ini diduga kuat dibuat guna menghalangi seorang gubernur populer untuk ikut pilpres. Para penguasa takut sekali Gubernur AB mendampingi PS. Pasangan ini bisa menghancurkan impian dua periode.
Demi kemaslahatan rakyat dan kedaulatan bangsa dan negara, PS dan AB wajib berjuang dan diperjuangkan untuk menghentikan rezim yang telah mengantarkan Indonesia ke titik nadir kesulitan dan kehinaan. Untuk saat ini, tidak ada figur yang berkarakter kuat dan “knowledgeable” (berilmu) untuk memulihkan martabat Indonesia kecuali PS.
Mengapa? Karena PS sangat paham tentang prahara yang sedang melanda negara ini. Beliau tahu persis penyebabnya. Beliau paham siapa-siapa saja yang menjerumuskan Indonesia ke jurang kehancuran. Beliau mengerti bagaimana cara mencegah kerusakan yang lebih parah.
Pak PS memiliki informasi yang lengkap mengenai konspirasi yang dilakukan oleh gerombolan jahat yang hanya memikirkan keuntungan pribadi. Pak PS tahu orang-orang yang membinasakah negara ini. Beliau tahu komplotan yang tidak perduli kehancuran Indonesia. Mereka inilah yang bermain di belakang para penguasa bobrok yang suatu hari kelak harus mempertanggungjawabkan kejahatan mereka.
Kalau Anda perduli nasib bangsa dan anak-cucu Anda, pastilah Anda akan ikut membantu Pak Prabowo untuk merebut kembali Indonesia dari tangan orang-orang ceroboh yang setiap hari hanya memperkaya diri sendiri.
Pilpres 2019 adalah momen terbaik bagi Pak PS dan seluruh rakyat. Anda tidak perlu menghiraukan segala bentuk rongrongan yang ditujukan kepada barisan PS.
Segala bentuk rongrongan itu merupakan wujud dari ketakutan lawan-lawan politik Pak PS. Mereka telah melihat bayangan keruntuhan. Mereka tahu Pak PS akan berusaha sekuat tenaga untuk menegakkan kembali kehormatan, martabat, dan hak-hak rakyat.
Lawan-lawan Pak PS tahu persis bahwa mantan jenderal yang bersih dari korupsi ini, akan menggilas habis para koruptor dan komplotan korup yang telah mengacak-acak Indonesia.
Mereka sekarang ketakutan. Takut PS menjadi presiden. Takut perbuatan culas dan korup mereka akan ditimpakan kembali kepada mereka.
Pak PS sadar betul bahwa boleh dikatakan semua orang akan memusuhi beliau. Tapi, itulah perjuangan untuk keadilan bagi seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. Untuk rakyat dari semua golongan.
Sekali lagi, perjuangan ini berat. Memerlukan pengorbanan multi-dimensional. Pengorbanan yang tulus. Tetapi, Anda harus yakin bahwa kebaikan dan perbaikan memerlukan pengorbanan.
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews