Dalam buku Sarinah, Bung Karno mengatakan kurang lebih kalimatnya begini,"Ada seseorang berlari di atas genting sambil mengibar-ngibarkan bendera danberteriak, "Negara dalam bahaya!" dan kata-kata itu diulang-ulang.
Menurut Bung Karno, sebenarnya bukan negara dalam bahaya, negara aman-aman saja, hanya kepentingan-kepentingan orang-orang yang berteriak-teriak itu dalam "bahaya" sehingga ia berusaha menarik massa supaya memercayai apa yang mereka teriakkan.
Seperti sekarang ini, banyak politikus sering meneriakkan negara dalam keadaan bahaya atau darurat, apakah itu soal utang atau pengelolaan aset negara. Mulut para politikus seperti mulut "si lidah api" akan bisa membakar dan bisa menaikkan tensi politik yang makin memanas. Semua itu demi meraih atau merebut kekuasaan.
Mereka sering meneriakkan "negara dalam bahaya" dan "negara harus diselamatkan", padahal kepentingan-kepentingan politik mereka yang terancam atau hanya untuk menarik massa demi kekuasaan.
Seorang politikus mulutnya akan menyemburkan api di tengah-tengah massa untuk sekedar membakar emosi massa dan bisa dijadikan kekuatan untuk merebut kekuasaan atau jabatan.
Mereka yang awalnya secara pribadi tidak mempunyai hubungan baik karena menghadapi musuh politik yang sama dan harus diganti atau direbut kekuasaannya, mereka bisa bergandengan tangan dan cipika-cipiki saling memuji dan menyanjung satu sama lainnya.
Mereka menggoreng isu-isu yang bisa membangkitkan emosi massa atau masyarakat seperti isu utang, jual aset negara, kontrak tambang. Mereka juga berdalih semua ini dilakukan demi negara dan rakyat yang berdaulat dan tidak dijajah sama asing dan aseng.
Seperti pertemuan semalam antara Susilo Bambang Yudhoyono dan Prabowo Subianto, mereka membuat pernyataan bahwa yang mereka lakukan demi kepentingan negara. Padahal demi kepentingan mereka untuk merebut kekuasaan dan jabatan.
Mereka bisa mengatasnamakan dan demi kepentingan rakyat: seperti nasibnya Paijo, Paimin, Juminem, Tukimin. Padahal ketika mereka meraih kekuasaan atau jabatan sudah didapatnya, nasib Paijo dan kawan-kawan juga tidak berubah. Mereka akan tetap miskin. Namanya laku menjelang musim kampanye saja.
Mudah-mudahan masyarakat tidak menjadi korban mulut "Si Lidah Api"!!
Jadi, masih mau bikang negara dalam keadaan bahaya?
Ndasmu!
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews