Waspadai Peningkatan Kasus Covid dengan Perketat Prokes dan Vaksinasi

Terjadi peningkatan 709 kasus aktif dibanding hari Selasa 14 Juni 2022. Hal ini membuat total kasus aktif Covid-19 di Indonesia menjadi 6.007 kasus.

Sabtu, 18 Juni 2022 | 22:50 WIB
0
26
Waspadai Peningkatan Kasus Covid dengan Perketat Prokes dan Vaksinasi
Vaksinasi (Foto: kontan.co.id)

Fenomena saat ini menunjukkan bahwa Indonesia kembali mengalami kenaikan kasus Covid-19. Kenaikan ini diduga merupakan imbas dari masuknya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Berdasarkan data riset yang penulis dapat pada Rabu 15 Juni 2022, jumlah kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.242 kasus positif.

Menurut berita yang penulis baca, Indonesia melaporkan ada 20 kasus positif subvariant Omicron BA.4 dan BA.5 dengan gejala meliputi demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mual, badan pegal, dan tidak bergejala.

Dicky Budiman selaku Epidemolog dari Griffith University mengungkapkan bahwa ada tiga alasan mengapa kasus Covid-19 khususnya di DKI Jakarta Kembali meningkat. Pertama adalah modal imunitas yang terbentuk di masyarakat yang bisa dilihat dari cakupan vaksinasinya.

Kedua, adanya intervensi dari public health yang bisa dilihat dari penggunaan masker atau pengetatan kebijakan lainnya. Alasan ketiga adalah karakter dari virus itu sendiri yang mengalami perubahan seperti adanya subvariant Omicron BA.4 dan BA.5 yang masuk dalam kategori variant of concern.

Penulis berpendapat bahwa kenaikan kasus tersebut perlu diwaspadai karena Covid-19 BA.4 dan BA.5 ini berpotensi untuk menginfeksi orang-orang yang sudah pernah terkena Covid-19 sebelumnya. Senada dengan penulis, Dicky Budiman juga mengatakan potensi tersebut dipicu oleh mutasi L452 yang juga dimiliki oleh varian Corona yang merebak sebelumnya, yaitu varian Delta.

Dicky juga menjelaskan bahwa dengan L452 yang bermutasi, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 mudah terikat di reseptor ACE2 yang banyak terdapat pada sel tubuh dan organ manusia, khususnya sel paru. Sehingga infeksi bisa memasuki sel dan memicu kemunculan gejala.

Berdasarkan pernyataan tersebut, penulis menyarankan agar masyarakat harus lebih waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi bagi yang belum mendapatkannya. Masyarakat yang sudah vaksinasipun harus tetap waspada karena gejala yang ditimbulkan tidak lebih parah dari masyarakat yang belum menerima vaksinasi.

Oleh karena itu, penulis juga menyarankan perlu adanya sikap yang serius agar Indonesia dapat mengatasi paparan Covid-19 terutama subvarian omicron BA.4 dan BA.5 sehingga penyebaran tidak bertambah banyak. Salah satu contoh yang bisa diterapkan adalah dengan tetap taat terhadap protokol kesehatan dan terus menggalakkan vaksinasi bagi yang belum mendapatkan vaksinasi maupun booster.

Dari sudut pandang penulis, banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia agar dapat meminimalisir paparan Covid-19. Salah satunya dengan menjaga kekebalan tubuh dengan menjaga pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan yang bergizi, perbanyak buah, sayur, dan vitamin serta berolahraga.

Selain itu, penulis juga berpendapat bahwa Pemerintah harus tetap memberikan himbauan kepada masyarakat bahwa Covid-19 di Indonesia belum berakhir dan selalu menjaga protokol kesehatan saat bepergian serta melakukan vaksinasi atau booster bagi masyarakat yang belum mendapatkannya.

Oleh karena itu, penulis berharap, dengan menjalani protokol kesehatan dan melakukan pola hidup sehat serta diikuti dengan program vaksinasi, maka diharapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia sehingga pandemi Covid-19 dapat segera berakhir.
Sebagai penguat argumen, detail perkembangan Covid-19 yang terjadi di Indonesia pada hari Rabu 15 Juni 2022 adalah sebagai berikut.

Kasus baru bertambah 1.242, total kasus menjadi 6.063.251, kasus sembuh bertambah 525, total sembuh menjadi 5.900.574, kasus meninggal bertambah 8, total meninggal menjadi 156.670. Terjadi peningkatan 709 kasus aktif dibanding hari Selasa 14 Juni 2022. Hal ini membuat total kasus aktif Covid-19 di Indonesia menjadi 6.007 kasus.


Restu Pertiwi, adalah kontributor Trilogi Institute