Podcast Deddy Corbuzier

Jadi podcast ini sudah agak lama saya tinggalkan. Dan baru saya buka lagi kemarin, karena saking ributnya netizens berteriak-teriak tentang topik Gay tersebut.

Selasa, 10 Mei 2022 | 10:25 WIB
0
397
Podcast Deddy Corbuzier
Deddy Corbuzier (Foto: WowKeren.com)

Perihal gempar podcast Deddy Corbuzier tentang pasangan gay saya punya satu pendapat: ini memang disengaja untuk mendapatkan lebih banyak viewers yang berarti lebih banyak duit dari adsense yang mengalir ke kocek DC.

DC mengetahui dengan cerdik apa yang selalu (invariably) membuat publik Indonesia terprovokasi. Isu LGBT adalah salah satunya. Isu lainnya adalah pornografi. Semakin terprovokasi semakin bagus buat DC, karena semakin banyak orang yang penasaran membuka podcast yang diberi judul sensasional "Tutorial Jadi Gay di Indo". Saat saya menulis ini, viewernya sdh 4,9 juta and still counting.

Saya cari info kira-kira berapa penghasilan DC dari podcast-nya dan inilah yang saya dapat: Jika dikalkulasikan ke rupiah, per bulannya Deddy bisa mendapat penghasilan sekitar Rp7,79 miliar. Tak heran jika penghasilan Deddy masuk dalam daftar gaji youtuber Indonesia tertinggi di Feb 14, 2022

Coba, siapa yang tidak tergiur dengan penghasilan nyaris 7,8 miliar per bulan itu. Apa yang harus DC lakukan supaya dia tetap berada di puncak tangga youtuber ini? Ya, harus memanipulasi karakter primordial publik Indonesia sehabis-habisnya. Mengundang selegram muda yang seksi dengan busana yang menantang berbicara tentang "petualangan seks" pasti mengundang viewers berjibun.

Bahkan ada selegram yang tanpa malu-malu mengiklankan diri menjual foto-foto bugilnya di podcast DC. Dan tak lama kemudian dia malah ditangkap polisi karena sesumbarnya sendiri tentang pornografi online.

Bagaimana dengan topik Gay di podcast DC? Sebetulnya, kalo kita simak secara lengkap, talkshow ini biasa-biasa saja. Ada youtuber Indonesia bernama Ragil yang bercerita perjalanan hidupnya sampai akhirnya melakukan perkawinan sejenis dengan lelaki Jerman di Jerman. Dia juga pindah ke Jerman karena menyadari bahwa status "gay" tidak diterima di Indonesia. Tidak ada tutorial bagaimana menjadi gay di Indonesia seperti yang diiklankan pada judul podcast ini. Hanya narasi belaka. Lha kok bikin publik Indonesia sewot?

Inilah Achilles' heel dari psikologi publik Indonesia. Pokok'e nyenggol LGBT ngamuk kabeh. Baca judulnya aja, tanpa mencermati kontennya sudah bisa bikin "nesu sak Indonesia".

Apakah Deddy Corbuzier bisa dipolisikan dengan konten podcast ini? Tentu saja tidak bisa, dalam konten itu sedikit pun tidak ada kata-kata anjuran atau "endorsement" supaya kita menjadi gay.

Bahkan DC membuat disclaimer bahwa dia tidak dalam posisi pro atau anti terhadap LGBT. Dia hanya sekedar menyampaikan realita yang ada di dalam masyarakat. 

Dulu saya sempat "fan" juga pada podcast DC ini, tapi lama kelamaan saya menyadari bahwa obrolan-obrolan ini sangat dangkal (medioker) persis seperti koran kuning yang di tahun 1980an sangat menjamur di tanah air.

Jadi podcast ini sudah agak lama saya tinggalkan. Dan baru saya buka lagi kemarin, karena saking ributnya netizens berteriak-teriak tentang topik Gay tersebut.

Dan setelah saya buka getun juga, ternyata isinya biasa-biasa saja. Juga getun karena saya menyumbangkan satu viewer untuk menggendutkan kocek DC.

Saya mengharapkan publik menyadari bahwa setiap isu pada konten youtuber siapa saja, kalo diributkan secara tak langsung akan menjadi iklan gratis bagi si content creator.

Lha terus netizen yang ribut-ribut dapat apa? Nothing!

Dengan berbekal kesadaran itu, mudah-mudahan kita bisa bijak untuk tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi yang provokatif. Karena sifat mudah terpancing itu akan selalu dimanfaatkan oleh orang-orang yang cerdik.

***