Sepenuh Hati, Tribut untuk Para Tenaga Medis dan Relawan

Cintailah yang ada di bumi sepenuh hati, niscaya Yang Ada di Langit akan mencintaimu seutuh kepakan sayap kasih-Nya; mencurahkan padamu aneka berkah dari segala penjuru.

Minggu, 29 Maret 2020 | 11:06 WIB
0
50
Sepenuh Hati, Tribut untuk Para Tenaga Medis dan Relawan
Tenaga medis (Foto: kompas.com)

Saudaraku, ada saatnya akrobat kata-kata sepi peminat; cuma kata-hati yang menarik hati. Berondongan kata-kata tanpa hati bisa ditepikan satu kata-laku yang dikerjakan sepenuh hati.

Ada saat yang menguji kesejatian manusia. Para aktor pengobral kata kehilangan panggung. Penonton berpaling pada pekerja belakang layar, yang sepi pamrih, rame gawe.

Pada momen kelam yang mempertaruhkan nyawa manusia, orang-orang hanya mempercayai mereka yang bercahaya. Mereka yang perilakunya menjadi bintang penuntun. Mereka yang pengorbanannya memantik api harapan di tengah keputusasaan.

Hati tak dapat dimenangkan dengan setengah hati. Kau boleh pandai mencuri hati dengan pura-pura berbaik hati. Tapi tak ada manipulasi yang abadi. Semesta merekam gerak-gerikmu, menunggu waktu mustari untuk menelanjangimu.

Cintailah sepenuh hati, niscaya semesta akan mengungkapkan isi hatinya padamu. Dalam ketulusan mencintai tak mengenal kata merugi. Bila kau jujur mengasihi, semesta akan menyingkap sulubung tabirnya, mencurahkan segala rahmatnya padamu.

Tak ada lagi rahasia antara hati kecil dengan hati Ilahi. Semuanya luruh ke dalam samudera kasih.

Dalam cinta sepenuh hati, materi lebur ke dalam esensi-energi. Tak ada tabir pemisah antara dua cinta sejati. Meski tubuh saling berjauhan, suara hati hanyut dalam gelombang energi dengan frekwensi yang sama, menembus segala batas. Suara hati keduanya saling bersahutan menggemakan energi kehidupan dalam nyanyian alam.

Cinta setengah hati sekadar riya citra menghamburkan energi tanpa produktivitas. Kedalaman sentuhan rasanya sebatas tenggorokan, tak sampai menembus jantung hati. Membekas di hati lain sebatas gelombang pasang popularitas. Saat daya tahan kepura-puraan pudar dan keaslian kembali, cinta yang lain berbalik mengikuti gelombang surut; pergi tanpa pamit, melupakanmu selamanya.

Cintailah yang ada di bumi sepenuh hati, niscaya Yang Ada di Langit akan mencintaimu seutuh kepakan sayap kasih-Nya; mencurahkan padamu aneka berkah dari segala penjuru.

(Makrifat Pagi, Yudi Latif)

***