Sejarah Situs Gunung Semar Tempat Bertemunya Sunan Gunung Jati Dengan Puteri Ong Tien

Kamis, 27 Oktober 2022 | 18:01 WIB
0
72
Sejarah Situs Gunung Semar Tempat Bertemunya Sunan Gunung Jati Dengan Puteri Ong Tien
Sejarah Situs Gunung Semar Tempat Bertemunya Sunan Gunung Jati Dengan Puteri Ong Tien

Pepnews - apakah anda yang pernah mengunjungi situs gunung semar di desa astana gunung jati, cirebon? Situs ini yang bersebelahan dengan sumur tenang pati (tegang ati/hati berdebar) tepatnya di kaki bukit gunung jati yang berada di kecamatan gunung jati, kabupaten cirebon.

Kami tidak bermaksud untuk menceritakan tentang sejarah gunung semar cirebon, tetapi hanya ingin menceritakan sebuah cerita rakyat tentang tempat pertama kali sunan gunung jati bertemu dengan putri ong tien dari cina/cina di jawa barat.

Sejarah Gunung Semar Cirebon, Bertemunya Sunan Gunung Jati dengan Putri Ong Tien

Alkisah, sunan gunung jati atau bernama syarif hidayatulloh yang merupakan cucu dari parbu siliwangi (kerajaan padjajaran) putra dari nyai rara santang (syarifah muda'im), dan merupakan keponakan dari pangeran cakrabuana yang mempunyai nama gelar mbah kuwu cirebon . Suatu ketika, sunan gunung jati tengah malam ingin pergi melaksanakan shalat tahajud. Namun, hatinya sangat resah, seolah ia tak ingin salat di tempat biasa. Maka sunan gunung jati pergi untuk melaksanakan shalat tahajud di atas perahu, di laut. 

Malam yang sangat sunyi itu sholat tahajud terasa istimewa, namun ketika sholat dan wirid berakhir, ternyata sunan gunung jati tak menyadari bahwa dirinya tidak lagi berada di lautan jawa. Bukit gunung jati pun sudah tidak terlihat lagi, dan pada akhirnya sadar bahwa perahu yang dinaikinya hanyut sepanjang malam menuju dataran shin (cina). Sunan gunung jati tidak segera untuk kembali ke cirebon dengan perahu. Namun ia membuka usaha pengobatan medis di daratan china sambil siar dakwah.

Pada suatu ketika nama sunan gunung jati ini terkenal di negara china karena kehebatan pengobatannya. Hingga pada akhirnya terdengar telinga kaisar ceng ho, penguasa cina pada waktu saat itu. Kaisar ceng ho pun ingin mencoba menguji kehebatan tabib sunan gunung jati yang berasal dari Jawa.

Maka kaisar membawa kedua anak putrinya tersebut, yang satu sudah bersuami dan satunya lagi bernama ong tien masih perawan, dengan berpura-pura hamil dengan memasukkan mangkok kuningan (sejenis baboko yang terbuat dari kuningan) yang dilapisi kain di atasnya. Perutnya. Ketika sunan gunung jati sudah tiba di kerajaan yang dihadiri oleh para pejabat kaisar, ceng ho, maka kaisar pun bertanya. “wahai tabib dari Cirebon, dari kedua anak putriku, yang mana anaku sedang hamil?” Tanya kaisar ceng ho kepada Syech Syarif Hidayatullah.

Kemudian sunan gunung jati pun menunjuk kepada putri ong tien, "dialah yang sedang hamil." semua pejabat kaisar di ruangan itu pun tertawa, karena sunan gunung jati ini mudah ditipu oleh kaisar ceng ho. Karena dianggap menghina putri ong tien, sunan gunung jati langsung kembali ke jawa. Namun, siapa sangka sabda sunan gunung jati telah menjadi doa yang sangat mujarab. Putri ong tien tiba-tiba sedang hamil, ketika sunan gunung jati pulang ke jawa, dan mangkuk kuningan pun menghilang dari perutnya. 

Maka putri ong tien meminta agar ayahnya pergi ke jawa untuk menikah dengan sunan gunung jati. Mendengar permintaan putrinya, putri ong tien lalu pergi ke jawa dengan ratusan pengawal, dan membawa semua segala perhiasan untuk dipersembahkan kepada sunan gunung jati. Sunan gunung jati pun merasa bahwa putri ong tien dari tiongkok akan datang ke jawa. Jantung sunan gunung jati pun berdebar kencang, maka sunan gunung jati naik ke lokasi gunung semar di atas batu besar. 

Dia melihat dari kejauhan seperti perahu berbendera cina yang sedang mendekatinya di gunung jati. Dari kejauhan pun, putri ong tien itu melihat wajah sunan gunung jati secara samar-samar. Hingga keduanya bertemu di lokasi gunung semar. Saat itu, putri ong tien langsung masuk islam, dan mandi di sumur tegang ati, (sumur sembilan). Dinamakan gunung semar, karena sunan gunung jati melihat kedatangan perahu rombongan putri ong tien yang terlihat samar-samar.

Dalam cerita rakyat yang lain, sunan gunung jati dan putri ong tien ini menikah bukan karena cerita di atas. Namun karena sudah diatur. Pada masa kerajaan cirebon atau yang dikenal dengan kesultanan pakung wati, pelabuhan muara jati pada masa sunan gunung jati yang dipenuhi oleh para pedagang dari melayu, gujarat india, dan cina. Kaisar cina juga ingin mempererat hubungan dagang dengan cirebon, sehingga ia pun menikahkan putri ong tien dengan sunan gunung jati. 

Dari pernikahannya dengan putri ong tien, sunan gunung jati memiliki seorang anak lelaki bernama arya kemuning. Nama arya kemuning yang kini diabadikan dengan sebuah nama jalan di wilayah kota cirebon yang bernama jalan arya kemuning di sebelah timur jalan cipto mangunkusumo. Hingga saat ini tempat makam sunan gunung jati dan putri ong tien bersebelahan, di gunung sembung, desa astana gunung jati, cirebon, Jawa barat.

BACA JUGA : Jasa PBN

Sejarah Batu Semar Cirebon

Sejarah batu semar cirebon dimana penyebaran islam di pulau jawa dilakukan dengan menggunakan pendekatan budaya. Salah satu caranya adalah dengan menggunakan media wayang sebagai salah satu caranya. Berkaitan dengan hal tersebut, para walisongo yang sebagian di antaranya adalah keturunan bangsawan, yang tentunya sudah akrab dengan kisah wayang, kemudian menggunakan wayang sebagai media dakwah ajaran islam. 

Namun, wayang yang digunakan walisongo dalam penyiaran islam diubah sedemikian rupa sehingga tampilan fisik, karakter dan cerita dalam wayang ini menyimpang jauh dari pertunjukan wayang yang ada dalam budaya kerajaan hindu di jawa. Seperti penambahan tokoh baru dalam cerita mahabharata, yaitu tokoh yang disebut punakawan atau juru kunci para ksatria (pandawa/kurawa). Kemudian juga lakon baru dalam cerita mahabarata dengan judul cungkring jadi raja dan seterusnya. 

Berkenaan dengan penampilan tokoh punakawan, baik ide penamaan tokoh, maupun penampilan tokoh yang digambarkan pasti melibatkan pencipta tokoh punakawan, bukan begitu? Lalu menurut anda siapa yang menciptakan nama dan deskripsi fisik dari karakter-karakter tersebut? Jawaban umum yang berkembang dalam dunia pewayangan menyatakan bahwa pencipta tokoh punakawan (semar, gareng, cungkring dan petruk dan lain-lain) dalam cerita mahabarata adalah sunan kalijaga. 

Salah satu anggota walisongo yang juga putra seorang bangsawan di tuban (adipati tuban). Lalu pertanyaan selanjutnya tentang bentuk apa yang diilhami oleh sunan kalijaga untuk membuat bentuk fisik punakawan dalam wayang sehingga terlihat seperti sekarang? 

Jawabannya memang masih gelap, dalam artian belum ada jawaban pasti, namun tidak sepenuhnya gelap karena salah satu tokoh punakawan (semar) diduga memiliki bentuk fisik berdasarkan bentuk fisik nenek moyang orang cirebon. Orang yang pernah dijadikan arca (patung) oleh masyarakat cirebon. 

Di desa pejambon, kecamatan sumber, kabupaten cirebon terdapat museum rakyat yang kondisinya tidak terawat, di dalamnya terdapat beberapa arca berupa arca manusia, yang telah diidentifikasi sebagai arca purba. Salah satu arcanya mirip dengan semar, makanya masyarakat desa pejambon menamakan arca tersebut. Hal ini sesuai dengan hasil identifikasi. 

Pertanyaan dinas kebudayaan dan pariwisata berdasarkan pernyataan bpk. Raden mas subagyo selaku penjaga situs mengatakan bahwa arca berupa ganesha, siwa, punakawan, tokoh perempuan, lingga, dan yoni merupakan arca kuno. Mengenai sosok semar dalam masyarakat dan budaya jawa-sunda, dikatakan bahwa semar adalah penjaga para pandawa. Artinya tokoh semar ini merupakan tokoh fiksi karena dalam cerita aslinya seperti yang terdapat dalam cerita. 

Mahabharata di india tidak memasukkan angka ini. Pertanyaan selanjutnya, jika arca-arca yang terdapat di pejambon secara fisik identik dengan tokoh semar dalam wayang, apakah tokoh semar ini, terutama bentuk fisiknya, dapat terinspirasi dari penampilannya? Patung leluhur orang cirebon? 

Dan bukankah tokoh-tokoh badut (terutama semar) dalam wayaangan diciptakan pada zaman wali songo? Jika zaman pembuatan arca semar yang terdapat di pejambon lebih tua dari zaman kemunculan tokoh-tokoh wayang dalam budaya jawa-sunda, kemungkinan besar pembuat gambaran fisik tokoh semar terinspirasi dari gambaran fisik patung tersebut. Nenek moyang orang cirebon digambarkan.

Demikian ulasan tentang Sejarah Situs Gunung Semar Tempat Bertemunya Sunan Gunung Jati Dengan Puteri Ong Tien, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.