Tentang Jantung

Semoga kasus serupa tidak terjadi, dan para pejabat, juga birokrat (ASN/aparatur sipil negara) lebih perhatian pada warga yang terdampak corona.

Rabu, 13 Mei 2020 | 12:50 WIB
0
230
Tentang Jantung
Serangan jantung (Foto: elshinta.com)

Sejak kapan jantung bisa menyerang manusia?

Apa jantung bisa berkembang seperti bakteri atau virus?

Apa jantung punya pasukan yang mampu melumpuhkan organ vital manusia?

Jantung. Kalau dalam mesin mobil persis seperti mesinnya. Bilik-bilik jantung berfungsi sebagai ruang bakarnya. Detaknya seperti kompresi, dan kelepnya seperti katup pada intake dan exhaust.

Mesin mobil tidak pernah gagal bekerja, kalau sistem lubrikasi, pengapian, kelistrikan dan komputer berfungsi baik.

Lubrikasi bergantung pada makannya, yaitu bensin dan udara. Kalau manusia ya tergantung sumber energinya.

Pengapian bergantung sistem kelistrikan dan komputer, seperti halnya detak jantung.

Sistem pendingin bergantung sirkulasi air radiatornya, kalau manusia seberapa dia bisa bersyukur.

Sama dengan mesin. Jantung manusia nggak bisa serta-merta berhenti, kalau tidak ada pemicunya.

Meski kita sudah tua, jantung tidak mendadak berhenti. Ada proses degeneratif dulu, melemah dululah.

Kalau masih muda, orang tiba-tiba mati karena serangan jantung, kok bisa ya?

Kalau orang mati karena tekanan psikologi, kelaparan sehingga menyebabkan kegagalan fungsi jantung... itu baru masuk akal.

Kalau kemudian disebut meninggal karena serangan jantung, saya kira perlu dipertanyakan. Bagaimana menurut dokter?

Prihatin atas kasus Yuli, ibu rumah tangga di Serang yang meninggal.

Semoga kasus serupa tidak terjadi, dan para pejabat, juga birokrat (ASN/aparatur sipil negara) lebih perhatian pada warga yang terdampak corona.

Semoga netizen sehat semua. Sehat raganya, sehat pikirannya.

***