Hari Kesediaan Berkurban untuk Sesama

Apa artinya berkurban berbagi makanan pada mereka yang tak berpunya bila dalam situasi pandemi ini kita abai, tak peduli, dan bahkan ceroboh sehingga kehidupan sesama menjadi berbahaya.

Rabu, 21 Juli 2021 | 08:51 WIB
0
13
Hari Kesediaan Berkurban untuk Sesama
Ilustasi qurban saat pandemi (Foto: suara.com)

Manakala manusia diciptakan sebagai makhluk sosial, dan hidup keseharian dalam kebersamaan, di sana ada tali perekat. Tali perekat itu adalah rasa empati, kepedulian, kecintaan, dan akhirnya kesediaan berkurban dengan keikhlasan melakukan kebaikan kepada sesama.

Kebaikan itu dilakukan tanpa pamrih dan tanpa kepentingan apapun, demi terselenggaranya kehidupan bersama. Itulah tali perekat yang selama ini telah menjadi pelestari kehidupan seluruh umat manusia.

Di tengah naluri manusia yang selalu mengedepankan kepentingan pribadi, di sana diciptakan rasa solidaritas yang menjadi penyeimbang agar kehidupan bersama dapat berjalan. Di tengah naluri keserakahan yang ada, di sana juga bersemai rasa kedermawanan.

Di tengah sikap ketidakpedulian, di sana juga tumbuh rasa saling menyinta. Dan di tengah kejahatan yang merajalela, selalu ada beragam kebajikan yang berujung pada kesediaan membantu sesama, berkurban diri menekan kepentingan pribadi, dan lebih mengedepankan kepentingan bersama demi kelangsungan hidup manusia.

Hari ini, Idul Adha dirayakan. Substansinya adalah berkurban untuk berlangsungnya kehidupan bersama. Dalam konteks ketimpangan kesejahteraan, yang berpunya didorong menyisihkan sebagian hartanya untuk menyediaakan hewan korban, yang fungsinya bukan untuk persembahan pada Dewa atau Sang Pencipta, namun melaksanakan semangat berbagi kepada sesama umat manusia, khususnya kepada mereka yang kurang berpunya.

Fungsi hewan kurban, secara simbolis berubah, dari fungsi ritual persembahan yang sebelumnya mentradisi dalam "peradaban persembahan" kini menjadi aktivitas ibadah sosial kemanusiaan. Inilah transformasi tradisi yang seringkali tak kita sadari.

Karena itu, saat kita mengucapkan selamat Idul Adha, hakikatnya adalah selebrasi dijalankannya kesalihan sosial agar kehidupan bersama tetap terjaga. Dalam kondisi pandemi Covid-19 yang mengancam siapa saja, tentu sudah sewajarnya, setiap pribadi muslim harus menjaga kehidupan bersama ini, dengan tak hanya berkurban mengeluarkan harta menyembelih hewan untuk dibagikan kepada sesama, tetapi juga berkurban mendisiplinkan diri agar pandemi tak meluas mambahayakan kehidupan bersama.

Apa artinya berkurban berbagi makanan pada mereka yang tak berpunya bila dalam situasi pandemi ini kita abai, tak peduli, dan bahkan ceroboh sehingga kehidupan sesama menjadi berbahaya.

Kita "berkurban" (lebih tepatnya "bertanggung-jawab") dengan berprilaku "tidak seenaknya" karena sikap sembrono akan berakibat mengurbankan hidup orang lain. Di Hari Idul Adha, janganlah kita hanya mendapatkan kulitnya, tapi harusnya kita raih esensinya.

#iPras 2021