Tangan yang Dicium Nabi

Pada tangan Jokowi, mungkin Mbah Moen sedang mencontoh Rasulullah yang menciumi tangan seorang pemecah batu. Kulit yang kasar.

Senin, 15 April 2019 | 22:30 WIB
0
84
Tangan yang Dicium Nabi
Mbah Moen (Foto: Kompas.com)

Sepulang dari perang Tabuk, Rasulullah kembali ke Madinah. Di sana dia disambut banyak orang. Seorang lelaki mendekatinya. Meraih tangan Rasulullah, hendak menciumnya.

Ketika tangan mereka bersentuhan, Nabi bertanya. "Kenapa kulit tanganmu kasar sekali?"

"Ya, Rasul. Aku ini bekerja pemecah batu. Hasilnya aku jual ke pasar untuk menafkahi keluargaku," jawabnya lirih.

Lalu, Rasulullah malah menarik tangan itu. Nabi mulia mencium tangan lelaki pepecah batu. Menciumi tangan yang kasar karena bekerja.

Rasul tidak pernah mencium tangan orang-orang kaya. Tangan yang halus karena terawat. Yang dicium oleh Nabi adalah telapak tangan seorang pemecah batu. Seorang yang bekerja keras.

Ketika kemarin saya menyaksikan video pertemuan Kyai Maimoen Zubair dengan Jokowi, saya teringat kisah itu. Mbah Moen hendak meniru akhlak Rasul. Ia bukan mencium tangan seorang Presiden. Kyai besar itu hendak mengapresiasi tangan yang bekerja keras. Seperti Rasul yang menciumi tangan pemecah batu.

Jokowi yang tangannya dicium kyai besar, tampak canggung. Tapi ia gak menarik tangannya. Ia menghargai Mbah Moen.

Inilah gambaran ketika akhlak bertemu akhlak. Kerendahatian bertemu kerendahatian.

Pasti ada yang nyinyir. Kyai kok, mencium tangan Presiden.

Yang mereka gak tahu, Mbah Moen adalah seorang kyai besar. Ia tahu bagaimana menghargai orang. Bukan kali ini saja Mbah Moen sebagai kyai sepuh mencium tangan mereka yang masih muda. Mbah Moen pernah mencium tangan KH Hasyim Muzadi. Di kesempatan lain ia juga mencium tangan seorang habib muda.

Pasti ada alasan sendiri yang hanya dipahami Mbah Moen. Ia kyai besar. Kealimannya dikenal. Hidupnya tawadhu. Pandangannya menembus bathin manusia.

Ciuman pada tangan bagi Mbah Moen adalah sebuah apresiasi ketulusan. Penghormatan. Pada tangan Jokowi, mungkin Mbah Moen sedang mencontoh Rasulullah yang menciumi tangan seorang pemecah batu. Kulit yang kasar. Telapak yang pecah.

Nabi mulia mencontohkan keindahan akhlaknya, dengan mencium tangan lelaki yang bekerja keras.

***