Penistaan

Dan yang justru terjadi sekarang adalah kalangan Muslim yang tadinya dukung melawan radikalisasi justru jijik melihat kelakuan mereka yang kebablasan itu.

Sabtu, 2 Juli 2022 | 18:41 WIB
0
72
Penistaan
Holywings (Foto: medcon.id)

Kita senang polisi bertindak menahan mereka yang sembarangan pakai dua nama yang lekat dengan simbol keagamaan untuk naikkan dagangan mirasnya.

Kita juga paham dan mengerti banyak orang yang tersinggung, khususnya umat Islam.  

Jika yang Kristen gak protest ya itu terserah saja. Meski harusnya marah juga. Karena ada pelecehan disitu.

Gratis Gordon Gin setiap malam Jumat buat yang nama Muhammad Dan Maria.

 Goblok kan..

Oh kenapa polisi gak usut ini itu. Gercep banget kalo dah nyangkut Islam.

Ya apa boleh buat.  

Sikap tebang pilih sudah jaman dulu selama Islam jadi tunggangan politik. Hingga kasus pembakaran gereja dan penghinaan agama minoritas cuma didiamkan atau di-diskriminasi. 

Jadi yang salah adalah ke- tidak- tegas-an pemerintah dalam menyikapi persoalan sensitif ini.

Gak hanya pemerintah, tapi mereka yang berjuang melawan radikalisasi Islam justru berlaku kebablasan. 

Yang kejadian sekarang adalah yang dilecehkan bukan personnya tapi ajarannya yakni Islam.

Akhirnya yang terjadi justru mengerikan.

Patut diduga bahwa tersangka itu bukan sengaja menghina.

Tapi terbawa euphoria gegap gempitanya medsos melecehkan ajaran Islam yang dikaitkan dengan ulah sejumlah ustad dobol.

Mereka berfikir toh cuma nama aja. Sengaja dibuat kontroversi dengan harapan ada yang bela.

Siapa yang bela? Ya.. mereka itu yang kebablasan basmi radikalisme.

Namun apa yang terjadi?

Baca Juga: Jahatnya Medsos

Gak ada yang bela tuh.. Termasuk para influencret itu.. Mampus kan..

Dan yang justru terjadi sekarang adalah kalangan Muslim yang tadinya dukung melawan radikalisasi justru jijik melihat kelakuan mereka yang kebablasan itu.

Mereka mundur bahkan membenarkan tindakan sejumlah kelompok Islam yang bakal geruduk Hollywings goblok itu.

Jadi apa hasilnya kampanye radikalisme selama ini? 

Justru menguatkan radikalisme itu sendiri. Pendukung dari kalangan Muslim justru berkurang. Yang dukung radikalisme justru makin banyak.

Saya pribadi, tersinggung dengan cara Hollywings yang kurang ajar itu.

Sebagai manusia yang ber- peri- kemanusiaan--dan juga sebagai Muslim.

Levelnya sama seperti ke-ter- singgung-an saya manakala sejumlah orang Padang goblok memperkarakan rendang Babi.

Karena yang sedang saya pertahankan saat ini adalah:

Kewarasan.

.***

.

.