Israel

Pesan Proteus tersebut benar-benar diingat, dipahami, dan diterapkan oleh Isser Harel.

Selasa, 5 November 2019 | 09:20 WIB
0
114
Israel
Charles Proteus Steinmetz (Foto: Youtube.com)

"Akan tiba waktunya bagi satu negara kecil berdaulat yang lapisan pertama pertahanannya adalah pengetahuan."

Kalimat itu dikatakan Charles Proteus Steinmetz, seorang ilmuwan Jerman keturunan Yahudi. Negara yang dimaksud oleh Steinmetz adalah Israel. Sedangkan 'pengetahuan' yang dimaksud pada kalimat itu adalah informasi.

Secara sederhana, Steinmetz ingin mengatakan, bahwa pikiran (akal) adalah indera yang bisa melihat sesuatu yang tidak terlihat oleh mata, segala suara yang tidak terdengar oleh telinga. Jadi, tajamkanlah indera pemikiriranmu, niscaya kamu akan tahu.

Pesan Proteus tersebut benar-benar diingat, dipahami, dan diterapkan oleh Isser Harel.

Dia menganggap data dan informasi adalah sesuatu yang sangat penting, sekecil apapun itu. Data dan informasi, bisa berupa benda, kejadian, angka, volume, bentuk, gambar, suara, aroma, warna, kebiasaan, jeda, atau rentang waktu, yang jika dianalisis akan membuka informasi yang lebih banyak, bisa memetakan persoalan (yang dihadapi) menjadi lebih jelas.

Sesuatu yang sebelumnya gelap, tidak diketahui, menjadi teridentifikasi, hingga apa yang sebenarnya sedang berlangsung, meski tidak terlihat mata, menjadi bisa diketahui dan dipahami secara akurat.

Dengan data dan informasi itulah keputusan yang diambil dan diimplementasikan menjadi lebih efektif.

***