Solo – Mimisan merupakan salah satu kondisi dimana keluar darah dari organ hidung. Kejadian ini ada yang bersifat normal dan ada yang bersifat patologis. Yang bersifat normal artinya kejadian mimisan adalah kejadian yang normal karena benturan, sedangkan hal patologis adalah dikarenakan suatu penyakit tertentu.
Mimisan istilah medis lain adalah epitaksis, kondisi ini apabila normal tidak akan berbahaya. Tetapi kondisi ini akan berbahaya apabila perdarahan tersebut terus mengalir dan tidak berhenti – berhenti.
Penyebab mimisan terbagi menjadi penyebab lokal, umum dan idiopathic / penyebab yang tidak diketahui. Faktor lokal hidung berupa trauma, infeksi, benda asing, tumor, perubahan atmosfer seperti perbedaan tekanan mendadak, dan septum deviasi/sekat hidung yang bengkok.
Ketika terjadi mimisan atau epitaksis banyak orang yang melakukan pertolongan pertama yang kurang tepat. Salah satunya adalah ketika terjadi mimisan maka orang diminta untuk mendongakkan kepala. Padahal mendongakkan kepala itu sangat berbahaya dan tidak dianjurkan.
Pertolongan pertama mendongakkan kepala bahkan justru tidak dapat menghentikan perdarahan. Hal negatif yang diakibatkan mendongakkan kepala ketika terjadi mimisan antara lain :Darah akan mengalir ke tenggorokan dan saluran pencernaan sehingga akan mengiritasisaluran pencernaan, dengan mendongakkan kepala maka tanpa sengaja memasukkan darah ke slauran pernafasan yang dapat mengakibatkan penumonia aspirasi dan ada kemungkinan perdarahan nakan berlangsung lebih lama.
Kemudian pertolongan pertama apa yang harus dilakukan pada pasien yang terjadi mimisan atau epitaksis? Hal yang harus dilakukan pertama adalah duduk tegak dan condong ke depan. Kemudian cubit hidung menggunakan ibu jari dan telunjuk selama 10 – 15 menit serta bernafas melalui mulut.
Kondisi yang harus menjadi perhatian adalah ketika kondisi mimisan atau epitaksis tersebut terjadi lebih dari 20 menit maka bisa segera membawakan diri ke Rumah Sakit dikarenakan dikwatirkan terjadi kondisi abnormalitas lainnya.
Dosen Spesialis Medikal Bedah Pima Trisna Aji menyampaikan bahwa ada 5 tips untuk mengatasi kondisi mimisan atau epitaksis yaitu : bersihkan lubang hidung untuk melancarkan jalan nafas, dudukkan pasien dengan kepala tegak tetapis edikit menunduk, tekan kedua sisi hidung selama 10 menit, kompres menggunakan es dan kemudian apabila lebihh dari 20 menit perdarahan tidak berhenti bisa segera dibawa ke IGD.
Kemudian hal – hal yang tidak diperbolehkan ketika terjadi mimisan atau epitaksis antara lain : jangan mengorek lubang hidung, jangan berpanas – pansan, jangan membuang ingus terlalu keras, jangan melakukan aktivitas fisik secara berlebihan dan dilarang untuk mengompres dengan air hangat. Kompres air hangat memperlancar perdarahan dalam pembuluh darah jadi akan mengakibatkan perdarahan tidak akan terhenti. *Red
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews