Bandara Kemayoran di Tahun 1980-an

Sampai akhirnya tahun 1985, penerbangan pindah ke bandara baru di Cengkareng. Sejak itu kami berpisah dengan bandara Kemayoran.

Selasa, 23 Februari 2021 | 17:36 WIB
0
28
Bandara Kemayoran di Tahun 1980-an
Bandara Kemayoran tempo dulu (Foto: Dok. pribadi)

Hebohnya foto udara segar di Kemayoran kemarin membawa ingatan saya melayang pada Bandara Kemayoran di tahun 80an. Masa itu, karena ayah saya tugas belajar di Yogkarta, kami sekeluarga secara periodik mengunjungi kota itu. Kami biasanya naik Pelita Air Service. Pesawat milik perusahaan yang hanya terbang Jakarta-Palembang pergi-pulang pada hari Senin dan Kamis.

Karena Pelita bukan pesawat komersil, pesawat itu sering delay. Saat-saat delay dan terpaksa menunggu lama di bandara Kemayoran selalu menyenangkan buat saya. Ada televisi yang selalu memutar film kartun Disney dan Hanna Barbera. Masih ditambah bentuk bandara masa itu yang memungkinkan kita melihat semua pesawat yang ada di bandara.

Di bandara Kemayoran bahkan pesawat-pesawat antik masih berjajar rapi.

Kakak saya sebagai penyuka pesawat akan menjelaskan satu persatu pesawat yang ada. Mulai pesawat tua berbaling-baling, DC3 yang sudah mangkrak, hingga F28 yang kami naiki. Serta pesawat Vickers Viscount milik maskapai lain.

Sampai akhirnya tahun 1985, penerbangan pindah ke bandara baru di Cengkareng. Sejak itu kami berpisah dengan bandara Kemayoran. Meski saya tetap penumpang tetap Pelita sepanjang SMA dan kuliah di Solo.

Saya ingat setiap mengurus tiket Pelita, kami harus ke bagian Pasasi di kantor Pusat Pertamina. Saya belakangan baru ngeh bila kata pasasi itu berawal dari kata 'passage'.

Tahun 1985 itu pula saya pertama kali menjejakkan kaki di Bandara Cengkareng dan kagum pada 'belalai' yang belakangan disebut garbarata. Saya ingat tiket Garuda jurusan Yogyakarta-Palembang dengan transit di Cengkareng saat itu 101K. Membuat ibu saya mengatakan Pelita is the best, meski sering delayed.

#vkd