Menurut penelitian, sekitar 70% wanita tidak bisa orgasme, baik orgasme primer maupun sekunder. Alasannya macam-macam.
Waktu saya buka lesehan menu ikan bakar di pantai Anyer, saya mengajak seorang wanita untuk membantu saya. Dia tetangga saya yang baru pindah ke kontrakan di depan rumah. Wanita yang kisah hidupnya membuat saya tercengang dan rasa tidak percaya, jika ada orang yang menjalani hidup seperti kisahnya.
Wanita ini adalah simpanan dari seorang pria yang tinggalnya di daerah Semarang. Berprofesi sebagai supir truk toronton. Sudah punya istri dan anaknya juga sudah beranjak dewasa ada tiga orang.
Sebut saja wanita ini Mbak B. Mendengar kisah hidupnya bikin saya nyesak sekaligus bingung, dan timbul pertanyaan yang hingga hari ini saya belum menemukan jawaban yang pasti soal tersebut.
Mbak B bercerita pada saya tentang nasibnya yang malang. Awal Mbak B menikah dengan suaminya karena dijodohkan ibunya. Saat itu ibunya sakit, dan ingin agar Mbak B menikah sebelum ibunya meninggal. Mereka keluarga besar. Mbak B anak kedua perempuan, punya saudara laki-laki di atasnya cuma satu, sementara adik perempuannya ada lima orang lagi. Demikian akhirnya Mbak B menikah dengan pilihan ibunya, karena tidak berapa lama kemudian ibunya pun meninggal.
Mbak B menikah dan punya anak lima orang. Namun kemudian malang nasib suaminya meninggal karena sakit. Anaknya yang sulung baru SMA kelas tiga waktu itu. Mbak B kalang kabut, karena selama ini dia cuma IRT, suaminya supir kanvas rokok. Otomatis dia bingung bagaimana caranya bekerja. Ijazahnya cuma SMP, waktu menikah umurnya baru 17 tahun. Tidak pernah bekerja, karena sejak lulus SMP dia membantu ibunya mengurus adik-adiknya.
Akhirnya Mbak B nekat menjadi pemulung memungut kardus dan botol-botol bekas minuman. Begitu juga dengan anak-anaknya ikut membantunya juga.
Mbak B ini wajahnya cantik, kulitnya mulus putih, giginya rapi, gampang tertawa juga. Saya merasa nggak percaya kalau dia bilang pernah jadi pemulung. Tapi itulah kenyataannya. Bahkan berawal dari pemulung inilah Mbak B bisa jadi istri simpanan.
Menurutnya, dia dan anaknya lagi mencari kardus dan bekas botol minuman di sebuah pool truk toronton. Supir-supir truk itu duduk bergerombol sambil ngobrol dan memanggilnya karena banyak botol air mineral yang kosong di dekat mereka duduk. Di situlah awalnya Mbak B berkenalan dengan salah seorang supir toronton tersebut. Karena Mbak B sudah sering ke situ, mereka berkenalan, hingga akhirnya supir itu mengajak Mbak B tinggal di kontrakan depan rumah saya, hingga kami juga kenalan.
Saya tidak berani bertanya, mereka menikah siri atau sekedar tinggal bersama. Lidah saya terlalu kelu untuk bertanya sejauh itu. Tapi satu pengakuannya yang bikin saya tercengang. Bahwa baru dengan suaminya yang inilah Mbak B merasakan orgasme untuk pertama kali!
Bahkan bisa sampai berulang-ulang meskipun suaminya itu usianya sudah lima puluhan! Padahal menurutnya, meskipun sampai punya anak lima dengan almarhum suaminya, Mbak B belum pernah sekalipun merasakan apa yang namanya orgasme. Mendengar pengakuannya itu saya diam lamaaaa banget.
Saya terlalu shock mendengar kisahnya itu. Punya anak sampai lima orang, tapi tidak pernah menikmati yang namanya hubungan suami istri. Saya benar-benar bingung mau komentar apa saat itu. Ada sedikit rasa iba di hati saya mengingat nasibnya.
Tetapi mengingat dia meninggalkan lima orang anaknya di rumah mereka, dan dia tinggal dengan suami keduanya di rumah kontrakan, bikin hati saya miris juga. Apalagi suaminya itu datangnya sekali dua minggu. Bahkan pernah tidak datang selama sebulan karena sedang sakit di Semarang. Mbak B meminta tolong suami untuk menghubunginya, dari hp suami juga, karena Mbak B nggak punya hp.
Mbak B begitu tergila-gila pada suami keduanya itu. Bahkan sampai ingin menyusul ke Semarang. Saya yang gregetan dan mengingatkannya tentang anak-anaknya yang masih yatim untuk tidak melupakan kewajibannya. Saya juga mengingatkannya bahwa kecil kemungkinan suaminya itu serius ingin melanjutkan hubungan lebih jauh, apalagi Mbak B punya anak sebanyak itu.
Tapi mungkin karena Mbak B begitu terbius dengan pesona suaminya itu, omongan saya dianggap angin lalu. Saya berkesimpulan Mbak B baru menemukan "hidupnya" jadi percuma diomongin apapun.
Jika seorang wanita tidak pernah mencapai klimaks dalam kehidupan seksualnya, ada yang menyebutnya disfungsi orgasme primer. Untuk yang dulunya pernah orgasme, tapi seiring waktu hal itu tidak terjadi lagi maka disebut disfungsi orgasme sekunder.
Menurut penelitian, sekitar 70% wanita tidak bisa orgasme. Alasannya macam-macam. Tapi yang bikin saya ngakak, ada yang membuat alasan karena tidak tau caranya. Welehhhh, mosok kudu nunggu ada tutorialnya dulu. Apa kata dunia?
***
Welcome Citizen Polite!
Setelah melalui perjalanan cukup panjang sebagai website warga menulis politik yang ekslusif, kini PepNews terbuka untuk publik.
Para penulis warga yang memiliki minat dan fokus pada dunia politik mutakhir Tanah Air, dapat membuat akun dan mulai menuangan ide, pandangan, gagasan, opini, analisa maupun riset dalam bentuk narasi politik yang bernas, tajam, namun tetap sopan dalam penyampaian.
Wajah berganti, tampilan lebih “friendly”, nafas tetaplah sama. Perubahan ini bukan hanya pada wajah dan rupa tampilan, tetapi berikut jeroannya.
Apa makna dan konsekuensi “terbuka untuk publik”?
Maknanya, PepNews akan menjadi web portal warga yang tertarik menulis politik secara ringan, disampaikan secara bertutur, sebagaimana warga bercerita tentang peristiwa politik mutakhir yang mereka alami, lihat dan rasakan.
Konsekuensinya, akan ada serangkaian aturan adimistratif dan etis bagi warga yang bergabung di PepNews. Aturan paling mendasar adalah setiap penulis wajib menggunakan identitas asli sesuai kartu keterangan penduduk. Demikian juga foto profil yang digunakan.
Kewajiban menggunakan identitas asli berikut foto profil semata-mata keterbukaan itu sendiri, terlebih untuk menghindari fitnah serta upaya melawan hoax.
Terkait etis penulisan, setiap penulis bertanggung jawab terhadap apa yang ditulisnya dan terhadap gagasan yang dipikirkannya.
Penulis lainnya yang tergabung di PepNews dan bahkan pembaca umumnya, terbuka memberi tanggapan berupa dukungan maupun bantahan terhadap apa yang ditulisnya. Interaktivitas antarpenulis dan antara pembaca dengan penulis akan terbangun secara wajar.
Agar setiap tulisan layak baca, maka dilakukan “filtering” atau penyaringan tulisan berikut keterangan yang menyertainya seperti foto, video dan grafis sebelum ditayangkan.
Proses penyaringan oleh administrator atau editor dilakukan secepat mungkin, sehingga diupayakan dalam waktu paling lambat 1x24 jam sebuah tulisan warga sudah bisa ditayangkan.
Dengan mulai akan mengudaranya v2 (versi 2) PepNews ini, maka tagline pun berubah dari yang semula “Ga Penting Tapi Perlu” menjadi CITIZEN POLITE: “Write It Right!”
Mari Bergabung di PepNews dan mulailah menulis politik!
Pepih Nugraha,
CEO PepNews