Sumbanganku Pilih-pilih!

Saya lebih ikhlas memberikan sumbangan pada orang yang benar-benar butuh, daripada untuk mempermewah bangunan mesjid/musolla.

Sabtu, 1 Mei 2021 | 06:20 WIB
1
144
Sumbanganku Pilih-pilih!
Ilustrasi sumbangan (Foto: Okezone.com)

Tiap tahun pasti kejadian ini. Karena hari ini THR karyawan pabrik cair, maka dari tiga hari yang lalu surat meminta sumbangan untuk membuat bangunan musolla lebih mewah, lengkap dengan amplopnya ini sudah diedarkan di komplek perumahanku. Jujur, bagi saya ini memuakkan!

Isi surat edarannya agak maksa. Setiap KK dimintai sumbangan minimal 50.000,-. Maksimal tidak dibatasi, njlehi! Ngakunya hasil rapat bersama pulak.

Saya ini baik hati (menurut saya lho ya) tetapi kalau caranya begini, asli! Saya bisa ndablek!

Saya terus terang ngomong pada petugas yang mengedarkannya, "Maaf, saya tidak ada dana untuk menyumbang, Pak!"

Amplop saya kembalikan, dan para petugas itu langsung melengos pergi kayak tidak senang hati gitu. Tadi siang saya berpapasan dengan salah satu pengurus RT/RW juga buang muka dengan saya. Lhaaa Bodo Amat!

Selama bulan ramadhan ini, saya sengaja memilih pesan gofood. Tujuannya selain membeli jajanan bukaan yang menjamur di pinggir jalan, juga agar para abang ojol dapat orderan. Saya selalu membelikan untuk mereka juga, untuk buka puasa. 

Saya juga tidak pernah mengantar makanan pada mesjid atau musolla. Karena saya yakin, makanan di sana pasti melimpah dari warga sekitar.

Saya lebih memilih mencari para pedagang atau penyedia jasa keliling yang saya yakin rumahnya jauh. Misalnya tukang sol sepatu, penjahit keliling, tukang servis keliling, penjual sendal/sepatu keliling dan sejenisnya.

Terkadang saya membungkus kolak yang sengaja saya masak banyak atau beli takjil 10 bungkus, untuk dibagikan pada mereka. Itu jadi rutinitas Ngabuburit saya tiap sore.

Jadi, kesimpulan dari thread saya ini cuma mau bilang, saya lebih ikhlas memberikan sumbangan pada orang yang benar-benar butuh, daripada untuk mempermewah bangunan mesjid/musolla, atau untuk menyumbang biaya membangun pagarnya dari stainless. Biarlah saya dicap tidak agamis, yang jelas saya lebih memilih humanis. 

EGP!

***