Penjual Bakso Di Madiun Korban Hoax Oleh Konsumennya

Usaha yang dirintis dengan kerja keras dan penuh perjuangan untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen hacur dan rusak karena isu bakso mengandung daging tikus.

Selasa, 4 Februari 2020 | 06:21 WIB
0
1180
Penjual Bakso Di Madiun Korban Hoax Oleh Konsumennya
Tulang bakso dan tukang fitnah (Foto: pantausatu.com)

Sugeng Riadi adalah penjual bakso dari Desa Kedungmaron, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. Omzet jualannya turun drastis yang biasanya sehari omzetnya Rp1,5 juta s/d 2 juta. Sekarang dagangan jualan baksonya sepi.

Ini semua gara-gara ada konsumen seorang wanita yang mengunggah di story Whatsapp dan viral atau menyebar ke masyarakat dan ternyata hoax alias tidak benar kalau bakso itu mengandung bahan dari daging tikus.

Dan ini dibuktikan oleh hasil laboratorium yang dilakukan oleh Polres Madiun, menurut hasil lab, bakso yang dijual oleh Sugeng Riadi tidak mengandung daging tikus atau bahan berbahaya lainnya seperti borax atau formalin. Selama ini Sugeng tidak membuat bakso sendiri tetapi membeli dari juragan pembuat bakso lain. Dan selama ini juga tidak ada masalah alias aman-aman saja.

Apa hikmah atau pelajaran dari kasus diatas? Suatu berita atau video yang viral dari ulah konsumen dan ternyata hoax alias kabar bohong. Dan merugikan pihak lain dalam hal ini pedagang atau penjual bakso.

Usaha yang dirintis dengan kerja keras dan penuh perjuangan untuk mendapatkan kepercayaan dari konsumen hacur dan rusak karena isu bakso mengandung daging tikus yang dilakukan oleh konsumennya sendiri. Untuk merintis usaha perlu waktu tahunan dengan segala rintangan dan kegagalan.

Sekalipun tidak terbukti tapi untuk bisa bangkit lagi seperti sedia kala tidaklah mudah. Karena masyarakat atau konsumen sudah terlanjur termakan hoax oleh ulah konsumen yang tidak bertanggung jawab. Ia hanya memintan maaf tanpa kompensasi kepada penjual atau pedagang bakso.

Berhati-hatilah sebelum mengunggah berita ke media sosial yang belum jelas kebenarannya, apalagi sumbernya dari dugaan dan rasa curiga semata. Bisa jadi akan menyebabkan matinya sumber rezeki orang lain yang dirintis penuh perjuangan.

***