Mengantisipasi Kenaikan Kasus Covid dengan Taat Prokes dan Vaksin

Dengan menjalani protokol kesehatan, melakukan pola hidup sehat serta diikuti dengan program vaksinasi, maka diharapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Sabtu, 25 Juni 2022 | 23:48 WIB
0
91
Mengantisipasi Kenaikan Kasus Covid dengan Taat Prokes dan Vaksin
Booster (Foto: alodokter.com)

Fenomena saat ini menunjukkan bahwa Covid-19 di Indonesia terus mengalami kenaikan. Berdasarkan data yang penulis dapat, kasus mingguan tercatat meningkat 105 persen, sementara kasus harian Covid-19 pada Rabu, 22 Juni 2022 nyaris melampaui 2 ribu yakni berada di 1.985 kasus.

Menurut penulis kenaikan kasus tersebut perlu diwaspadai karena Covid-19 BA.4 dan BA.5 ini berpotensi untuk menginfeksi orang-orang yang sudah melakukan booster namun tanpa gejala. Bahkan, kasus aktif yang ada di Indonesia sekarang menyentuh 11.391, dengan tambahan 1.296 pasien.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman mengatakan bahwa kenaikan kasus Covid-19 BA.4 dan BA.5 terjadi lebih lambat.

Senada dengan penulis, Dicky juga memprediksi bahwa infeksi Covid-19 akan lebih dulu menyebar dikalangan populasi yang memiliki imunitas, sehingga kemungkinan besar tidak muncul gejala atau gejala yang muncul terbilang ringan.

Menurut berita yang penulis baca, ada kemungkinan Covid-19 BA.4 dan BA.5 menjadi varian paling menular diantara seluruh varian sebelumnya. Apalagi, data awal menunjukkan kemampuan kedua varian tersebut lolos dari antibody pasca vaksinasi. Sehingga memiliki kemungkinan untuk menyebar dengan cepat.

Oleh karena itu, penulis menyarankan agar masyarakat harus lebih waspada dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi bagi yang belum mendapatkannya. Masyarakat yang sudah vaksinasipun harus tetap waspada karena gejala yang ditimbulkan tidak lebih parah dari masyarakat yang belum menerima vaksinasi. Bahkan bisa saja tidak bergejala sama sekali.

Penulis juga menyarankan perlu adanya sikap yang serius agar Indonesia dapat mengatasi paparan Covid-19 subvarian omicron BA.4 dan BA.5 lebih cepat sehingga penyebaran tidak bertambah banyak.

Salah satu contoh yang bisa diterapkan adalah diadakan kembali pengetatan mulai dari 3T, testing, tracing, dan treatment. Diharapkan deteksi mewakili gambaran penyebaran di sejumlah wilayah, serta memastikan orang-orang yang terpapar menjalani karantina sampai penularan bisa terus ditekan.

Dari sudut pandang penulis, banyak cara yang dapat dilakukan oleh masyarakat Indonesia agar dapat meminimalisir paparan Covid-19 BA.4 dan BA. Salah satunya dengan menjaga kekebalan tubuh dengan menjaga pola hidup sehat, seperti konsumsi makanan yang bergizi, perbanyak buah, sayur, dan vitamin serta berolahraga.

Selain itu, penulis juga berpendapat bahwa Pemerintah harus tetap memberikan himbauan kepada masyarakat bahwa Covid-19 di Indonesia belum berakhir dan selalu taat protokol kesehatan saat bepergian serta melakukan vaksinasi atau booster bagi masyarakat yang belum mendapatkannya.

Penulis berharap, dengan menjalani protokol kesehatan, melakukan pola hidup sehat serta diikuti dengan program vaksinasi, maka diharapkan dapat memutus rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia sehingga pandemi ini dapat segera berakhir.

Syafrudin Pratama, adalah kontributor Trilogi Institute