Alumni ITB Salah Jurusan

Saya banting setir dan puluhan tahun berprofesi sebagai entrepreneur bisnis ritel sampai hari ini.

Selasa, 20 April 2021 | 21:00 WIB
0
65
Alumni ITB Salah Jurusan
Ilustrasi desain (Foto: dok. Pribadi)

Malam ini secara kebetulan saya dapat postingan Facebook, beberapa gambar desain interior proyeknya teman mahasiswa di ITB baheula.

Sebagai mahasiswa Jurusan Desain Interior ITB, nyaris 6 tahun saya sehari-harinya berkutat dengan aktivitas mendesain proyek seperti ini.

Inilah jurusan yang saat itu diperebutkan banyak mahasiswa. Waktu dulu berhasil lolos seleksi ketatnya, tentu saja hati ini berbunga-bunga.

Sebagai anak Batak kampung dari Sumatera, tentulah bangganya selangit. Mengapa? Karena ini dianggap sebagai simbol profesi elit.

Kalau lulus wisuda, dipersepsi bakal jadi lulusan tajir yang banyak duit.

Dalam perjalanan kuliah saya, ternyata gambaran idealitas tersebut lambat laun semakin jauh dari realitas.

Selama bertahun-tahun kuliah hingga proyek tugas akhir, ketidakcocokan semakin menguat. Bukti gampangnya terlihat dari IPK yang ambyar...hiks...hiks...hiks!

Mata kuliah desain interior yang SKS nya gede, nilainya ancur abis. Sementara yang SKS nya kecil dari mata kuliah Teknik Fisika, Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur, nilainya malah bagus.

Puncak bencana pun datang. Di saat sedang proyek Tugas Akhir (TA) beberapa bulan nginap di kampus, stres dan fatik memuncak. Fisik pun tumbang. Terpaksa opname seminggu di bilik RS Santo Borromeus, tetangganya kampus ITB.

Akhirnya dengan terseok-seok dan ingat pesan serta doa mamak yang udah janda, TA pun sukses dan bisa diwisuda.

Selanjutnya bijimana? Dengan bulat hati, saya berjanji untuk balik kanan. Singkatnya, ogah menjadi desainer.

Saya banting setir dan puluhan tahun berprofesi sebagai entrepreneur bisnis ritel sampai hari ini.

Kini, resmilah saya menjadi Alumni ITB Salah Jurusan...hihihi.

***

.