Keberadaan Tuhan [3] Temuan Sains dan Kekuasaan Tuhan

Negasi itu ingin dibantah dengan berbagai pencocokan, plintiran, baik terhadap isi kitab suci, maupun terhadap isi hukum sains.

Rabu, 26 Juni 2019 | 20:14 WIB
0
242
Keberadaan Tuhan [3]  Temuan Sains dan Kekuasaan Tuhan
Big Bang (Foto: Hang Lacker)

Kita sering disodori dalil-dalil sains, kemudian diminta meyakininya sebagai bukti keberadaan Tuhan. Planet-planet beredar mengelilingi matahari, bergerak teratur, itu bukti kekuasaan Tuhan, kata mereka. Banyak lagi dalil-dalil sains yang dipakai dengan cara yang sama.

Apa hubungan antara hukum gerakan planet-planet dengan Tuhan? Tidak ada. Yang menghubungkannya adalah keyakinan bahwa Tuhan itu ada. Jadi adanya hukum-hukum alam yang dirumuskan sains, tidak membuktikan keberadaan Tuhan.

Faktanya, yang tertulis di kitab-kitab suci, sumber ajaran tentang eksistensi Tuhan, justru isinya banyak bertengangan dengan sains.

Di abad pertengahan, orang-orang yang mengatakan bahwa planet-planet bergerak mengitari matahari dimusuhi oleh pemuka agama, karena temuan mereka bertentangan dengan isi kitab suci. Kalau hukum-hukum itu adalah hasil karya Tuhan, Dia tentu menyatakannya dalam kitab-kitab suci.

Kitab suci kami sesuai dengan sains modern, kata mereka membuat klaim. Lalu mereka membuat tafsir-tafsir atas kitab suci mereka, juga membuat tafsir-tafsir atas temuan sains. Tafsir atas isi kitab suci mereka sering salah, melawan isi yang sebenarnya. Tafsir atas hukum-hukum sains lebih parah lagi kesalahannya.

Tuhan dalam kitab suci digambarkan sebagai sosok yang maha kuasa, yang menciptakan segala sesuatu secara instan, seperti tukang sulap menghadirkan benda-benda. Itu tidak cocok dengan temuan sains yang mengatakan bahwa alam semesta ini terbentuk oleh proses belasan milyar tahun.

Big bang itu digerakkan oleh Tuhan, kata mereka. Di bagian mana di kitab sucimu ada informasi bahwa Tuhan menggerakkan big bang? Kitab suci bahkan hanya berisi kosa kata sederhana, matahari, bintang, bulan. Tidak ada planet, galaksi, supernova, atau asteroid. Bahkan kitab suci tidak menulis keterangan bahwa matahari itu sebuah bintang. Lalu dari mana sumber klaim itu?

Kitab suci kami sesuai dengan sains, kata mereka. Tapi mereka menolak teori evolusi. Lha, emangnya teori evolusi itu bukan sains?

Apakah sains menegaskan ketiadaan Tuhan? Tidak. Sains hanya menegasi banyak penjelasan dalam kitab suci. Negasi itu ingin dibantah dengan berbagai pencocokan, plintiran, baik terhadap isi kitab suci, maupun terhadap isi hukum sains.

(Bersambung)

***

Tulisan sebelumnya: Keberadaan Tuhan [2] Definisi Tuhan